Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menegaskan sekolah-sekolah tidak boleh memaksa siswinya menggunakan jilbab. Menggunakan jilbab merupakan panggilan iman yang pada dasarnya urusan manusia dengan Tuhannya.

“Anda mengimani kalau kerudung itu sebagai sesuatu yang bisa menyelamatkan anda, ya silakan. Tapi Anda tidak bisa memaksa semua anak pakai kerudung,” ujar Ahok saat memberi pengarahan kepada 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, dan SMK dan pejabat struktural eselon III dan IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Gedung Yayasan Budha Tzu Chi, Sabtu (4/6).

Ahok mengatakan larangan tersebut bukan bentuk kebencian terhadap Islam. Menurut dia, penggunaan jilbab sebenarnya bukan hanya diajarkan dalam Islam.

“Kalau kita mau berdebat, orang Kristen sama Yahudi juga pakai kerudung,” ujar dia.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Saya tidak mau berdebat ke masalah teologia. Tapi kalau mengajarkan anak seperti itu, tidak boleh. Tapi kalau mengajarkan anak kamu mesti khatam (menamatkan) Alquran saat usia 12 tahun, saya dukung dan dorong habis,” sambung dia.

Ahok menceritakan, dia pernah menemui siswa yang tidak menggunakan jilbab secara serius. Hal itu dia temui saat menjabat sebagai Bupati Belitung Timur.

“(Jilbab) yang dipakainya yang kayak serbet. Malah mungkin lebih bagus serbet di dapur saya. Begitu keluar dari sekolah naik motor bapaknya, langsung dibuka,” beber Ahok.

“Anda ngajarin dia baik-baik sampai nanti dia berpikiran bahwa pakai kerudung inilah bagian dari akhlak saya sebagai seorang muslim, dia akan pakai. Dia akan pakai dengan terhormat. Bukan dia pakai terus pas keluar (sekolah) dia buang. Bukan dia pakai tapi kelakuannya mempermalukan agama,” tandasnya.[merdeka]