Ada Upaya Merusak Harmonisasi Bupati dan Wabup Sumenep

0
291
Wabup Sumenep saat mewakili penerimaan piagan penghargaan untuk Bupati Achmad Fauzi,SH,MH

Oleh: Fathol Bari

Belakangan ini sosok Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah kembali menjadi sorotan dengan munculnya rumor bahwa hubungannya dengan Bupati Achmad Fauzi dirumorkan sedang tidak baik-baik saja. Tentu saja, desas desus itu tak bisa dipertanggung jawabkan karena sejauh ini kedua tokoh tersebut tetap dinamis dan satu visi dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Begitu juga dikalangan pendukung keduanya masih solid dan tangguh dalam mengawal misi pemerintahan Achmad Fauzi yang saat ini fokus pada masalah pendidikan dan kesehatan masyarakat Sumenep.

Kondisi ini tentu saja bukan sebuah kebetulan, melainkan bukti bahwa tekad melayani pasangan Achmad Fauzi-Dewi Khalimah dengan jargon “Bismillah Melayani” bukan sekadar isapan jempol atau janji politik kosong semata.

Jiwa kepemimpinan Achmad Fauzi sangat nampak ketika dia banyak memberikan kontribusi dalam kepemimpinan Bupati Busyro Karim. Banyak prestasi dan solusi dalam membangun Sumenep lebih mapan dalam masalah ekonomi dan pengelolaan aset daerah.

Banyak tokoh pesantren mengagumi sosok kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi yang dikenal sangat ramah, bahkan terhadap lawan politiknya. Maka menjadi aneh, jika ada segelintir orang yang tetiba saja menghembuskan isu hubungannya dengan Wabup Eva dianggap tidak “harmonis”. Dalam hal ini, nalar sehat kita mulai mencurigai adanya upaya dari kelompok tertentu yang sengaja ini membuat kegaduhan politik demi mencari keuntungan pribadi atau kelompok mereka yang selama ini “bisa jadi” menjalankan industri politik yang mengarah kepada kepentingan prgamatis atau transaksional.

Menjadi Bupati, bagi Achmad Fauzi, sebenarnya bukan pillihan utama, melanikan pengabdian. Rasa tanggung jawab dan panggilan nuranilah yang selama ini membuatnya harus meninggalkan segala kemewahan di Ibu Kota, demi turut serta membangun tanah kelahirannya di Sumenep yang sangat dicintainya. Kepiawaiannya dalam melakukan lobi-lobi dengan bisnis ditingkat nasional maupun international, sedari awal sangat diharapkan membawa perubahan nyata dalam pemerintahannya. Sayangnya, situasi pandemi belum juga berakhir.

Sebagai seorang Kepala Daerah, Achmad Fauzi bukanlah politisi kaleng-kaleng yang mudah dijerumuskan oleh para pembisiknya baik dipemeritahan maupun dilingkaran orang luar yang mengermuninya. Selain itu, suami dari Nia Kurnia inipun dikenal sebagai “Raja Komunitas” karena kedekatannya dengan hampir seluruh komunitas di Kabupaten Sumenep ini, tentu punya keahlian tertentu dalam menugaskan orang-orangnya sesuai kapasitas mereka. Apalagi dalam hal pemberian tugas kepada Dewi Khalifah sebagai Wakil Bupati. Mak menjadi sangat aneh, kalau ada yang menganggap, Wakil Bupati tidak diberi peran yang layak dalam pemerintahan yang dikelolanya saat ini.

Bahkan dalam momen penting, tak jarang Bupati Achmad Fauzi kerap memberi kesempatan kepada Wabup Eva untuk menghadiri serangkaian acara penting tersebut. Ini saja membuktikan, bahwa sebenarnya tak masalah dengan hubungan Bupati Achmad Fauzi dengan Wabup Dewi Khalifah. Ini membuktikan, bahwwa sosok Kepala Daerah sangat menghormati semua pihak. Apalagi jelas wakil dari pucuk pimpinan (kepala daerah) di suatu wilayah pemerintahan, wakil kepala daerah punya kedudukan yang setara dengan kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan, terkecuali dalam penentuan kebijakan.

Salah satu tugas dari Wakil Kepala Daerah atau Wakil Bupati Sumenep adalah membantu membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah;
termasuk dalam mengkoordinasikan kegiatan instansi vertikal. []

*Penulis Mahasiswa Semester Akhir di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (STIDAR) Sumenep, Prodi Pengembangan Masyarakat Islam ( PMI )