Scroll untuk baca artikel
RANAH PESANTREN

Absennya NU dalam Hirup Pikuk Isu PKI

Avatar photo
55
×

Absennya NU dalam Hirup Pikuk Isu PKI

Sebarkan artikel ini

MADURAEXPOSE.COM– Dalam hiruk pikuk isu Partai Komunis Indonesia (PKI) belakangan ini, organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU) terkesan menjaga jarak atau tak ingin terlibat terlalu dalam. Kalaupun ada beberapa tokoh NU yang berbicara tentang isu PKI, mereka sekadar melayani pertanyaan jurnalis. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang selama September ini beberapa kali menggelar kegiatan, lebih suka menyoroti persoalan kebinekaan dan krisis Rohingya.

Gerakan Pemuda Ansor Surabaya memang sempat memutar film Pengkhianatan G30S/PKI ketika merayakan tahun baru Islam, tetapi hanya cuplikan saja dengan durasi sekitar lima menit.Kondisi ini cukup menarik karena bagaimanapun terasa ‘kurang afdol’ membicarakan isu PKI tanpa menyinggung NU. Sejarah mencatat konflik berdarah kedua kelompok ini di masa lalu.

Empat tahun silam, tepatnya 9 Desember 2013, PBNU secara khusus meluncurkan buku terkait hubungan NU dan PKI. Buku berjudul “Benturan NU-PKI 1948-1965” itu dianggap sebagai “buku putih”.

Wakil Sekjen PBNU Abdul Mun’im Dz selaku ketua tim penulis mengakui, buku sejarah versi NU itu terbit sebagai reaksi atas berbagai laporan yang menyudutkan NU terkait pembunuhan terhadap pengikut PKI, termasuk liputan khusus Majalah Tempo edisi Oktober 2012 bertajuk “Pengakuan Algojo 1965”.

Kini, ketika sejumlah kalangan Islam meramaikan isu PKI, juga TNI dengan kegiatan nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI, NU justru terlihat kalem. Bahkan, menganggap isu itu ‘tak penting’.

Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan persoalan PKI sudah selesai. Kader NU yang juga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menegaskan, PKI adalah masa lalu yang tak perlu ditakuti lagi.

------------------------