Satgas Pamtas Ri-Png Yonif Raider 100/Ps Manfaatkan Lahan Kosong

Terbit: 23 Agustus 2020 | 23:24 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Maduraexpose.com, Keerom- Satgas Pamtas Yonif Raider 100/PS Pos KM 76 melaksanakan pembuatan kebun dalam rangka memberikan contoh atau pedoman pada masyarakat perbatasan RI-PNG, dengan memanfaatkan lahan kosong disekitar pos untuk bercocok tanam.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS Mayor Inf Muhammad Zia Ulhaq dalam rilis tertulisnya di Ukswar, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Minggu (23/08/2020).

Dansatgas mengatakan, keberadaan kebun nantinya akan menjadi kebun percontohan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk belajar cara bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar halaman rumahnya, seperti yang dilaksanakan oleh Personel Satgas Pos KM 76.

“Sehingga masyarakat memiliki kemampuan dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran, ataupun tanaman obat keluarga,” kata Dansatgas.

“Selain itu nantinya hasil tanaman ini dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan mengurangi ketergantungan pangan dari luar, dengan pangan yang lebih sehat dan segar artinya ketahanan pangan dapat terwujud,” tambahnya.

Beliau juga berharap, agar semua masyarakat di Kampung Ukswar yang mempunyai lahan kosong atau pekarangan rumah, dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam sayuran yang nantinya bisa dikonsumsi sendiri dan keluarga.

Lebih lanjut dijelaskannya, selain membawa manfaat nilai ekonomi, pemanfaatan lahan kosong ini juga akan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat.

“Tentunya dengan lingkungan bersih, masyarakat akan memiliki lingkungan tempat tinggal yang lebih sejuk, bebas dari polusi udara, terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor serta tidak sehat,” pungkasnya.

Penyonif R 100/PS
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Mengubah “Sampah” AMP Menjadi Berlian: Cara Bersihkan Error GSC Tanpa Upeti Premium

    Terbit: 9 Maret 2026 | 09:35 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Banyak pengelola media digital terjebak dalam kepanikan saat melihat laporan Google Search Console (GSC) yang dipenuhi peringatan merah. Salah satu…

    Jebakan “Streaming” Ilegal: Niat Nonton Gratisan, Saldo ATM Malah Jadi Santapan

    “Eskalasi ancaman siber melalui platform distribusi konten ilegal mencerminkan rendahnya tingkat ‘cyber hygiene’ di tengah masyarakat digital. Secara administratif, pengawasan terhadap situs-situs berbahaya ini memerlukan kolaborasi lintas sektoral antara otoritas keamanan siber (BSSN) dan penyedia layanan internet. Pemanfaatan rekayasa sosial (social engineering) oleh pelaku kejahatan siber menuntut penguatan literasi digital yang substansial, guna memproteksi integritas data pribadi serta stabilitas sistem keuangan individu dari infiltrasi perangkat lunak berbahaya yang tersembunyi dalam konten bajakan.”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *