4 Negara Beberkan Bukti Bisnis Turki-ISIS

0
709
Ilustrasi ISIS (mimpi-senja.blogspot.com)

Memalukan! 4 Negara Beberkan Bukti Bisnis Turki-ISIS. AS Tetap Bela Turki. ”Ini sangat memalukan bagi pemerintah AS (karena) membela tindakan ini. Hal ini demi melindungi sekutunya. Tapi itu menghancurkan kredibilitas internasional (AS) sendiri,” Institut for Gulf Affairs.

Sikap Amerika Serikat (AS) yang membela Turki dengan menolak tuduhan negara itu bebisnis minyak ilegal dengan ISIS adalah hal yang memalukan. Sikap AS itu juga bisa menghancurkan kredibilitasnya sendiri di panggung internasional.

Hal itu disampaikan Direktur dan Pendiri Institute for Gulf Affairs, Ali al-Ahmed, kepadaSputnik, Sabtu (5/12/2015).”Ini tidak perlu ilmuwan roket untuk menyadari bahwa hampir semuanya berjalan melalui Turki dan bahwa pemerintah Turki tahu tentang itu,” kata Ahmed.

Dia menjelaskan bahwa peran Turki sudah terlalu memalukan bagi pemerintahan Obama. Setidaknya empat negara sudah menuduh Turki terlibat bisnis minyak curian dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Empat negara itu adalah Rusia, Suriah, Irak dan Iran.

”Ini sangat memalukan bagi pemerintah AS (karena) membela tindakan ini. Hal ini demi melindungi sekutunya. Tapi itu menghancurkan kredibilitas internasional (AS) sendiri,” ujar Ahmed.

Menurutnya, dengan bukti rute lalu lintas minyak curian ISIS yang terang-benderang masuk ke wilayah Turki, mustahil bagi Pemerintah Turki untuk tidak mengetahuinya. Ahmed mencatat bahwa 10 ribu truk minyak ilegal sudah masuk ke Turki.

”Tidak mungkin untuk menyembunyikan perdagangan sebesar itu dari militer Turki. Mereka membawa minyak Suriah dan Irak dan menjualnya murah ke Turki,” kata Ahmed.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya, lanjut Ahmed, telah secara langsung memanfaatkan perdagangan minyak itu sebagaimana bukti yang dibeberkan Rusia.

”Di Turki, untuk melakukan hal ini, Anda harus dekat dengan pemerintah dan menjadi sangat dekat dengan Erdogan,” katanya.

Menurutnya, Daesh atau ISIS, Al-Nusra dan kelompok militan lainnya menerima senjata, amunisi dan perlengkapan tempur lainnya melalui Turki. ”Segala sesuatu yang mereka jual untuk keuntungan mereka, keluar melalui Turki atau negara-negara Teluk. Mereka menjual minyak melalui Turki.”

(Voa-I/sidonews)