39 Negara PBB Teken Deklarasi Mendesak China Hormati Hak-Hak Muslim Uighur

0
114

Maduraexpose.com – Sebanyak 39 negara di PBB meneken deklarasi yang mendesak China untuk menghormati hak asasi manusia (HAM) terhadap kelompok minoritas, di antaranya muslim Uighur di Xinjiang.
Di samping itu mereka juga mengungkapkan keprihatinan tentang situasi di Hong Kong.

“Kami menyerukan kepada China untuk menghormati HAM, terutama hak orang-orang dalam beragama serta etnis minoritas, terutama di Xinjiang dan Tibet,” kata Duta Besar Jerman untuk PBB Christoph Heusgen, selaku pemimpin inisiatif dalam pertemuan PBB tentang HAM, seperti dikutip dari AFP, Rabu (7/10/2020).
Negara yang ikut meneken deklarasi tersebut adalah Amerika Serikat (AS), negara anggota Uni Eropa termasuk Albania dan Bosnia, Kanada, Haiti, Honduras, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

“Kami sangat prihatin tentang situasi HAM di Xinjiang dan perkembangan terkini di Hong Kong. Kami menyerukan kepada China untuk mengizinkan akses langsung, bermakna, dan tanpa batas ke Xinjiang bagi pengamat independen termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk HAM,” demikian isi deklarasi.

Namun tak lama setelah itu, utusan untuk Pakistan berdiri lalu membacakan pernyataan ditandatangani oleh 55 negara, termasuk China, yang isinya mengecam penggunaan situasi di Hong Kong sebagai alasan untuk mencampuri urusan dalam negeri China.

Dubes China untuk PBB Zhang Jun mengkritik deklarasi itu, terutama ditujukan kepada AS, Jerman, dan Inggris, dengan menyebut mereka munafik. Dia juga mendesak ketiga negara tersebut menghilangkan kesombongan dan prasangka.
Sementara itu Human Rights Watch memuji semakin banyak negara yang menandatangani deklarasi tersebut, terlepas dari ancaman dan taktik intimidasi yang terus-menerus diberikan China.
Pada 2019, naskah serupa yang dirancang oleh Inggris hanya mendapat 23 tanda tangan.

[ins]