Sempat Gaduh, Fauzi AS ‘Tengahi’ Ketua DPC Demokrat Sumenep Versus Ketua Fraksi

0
286
Fauzi,AS Direktur Eksekutif DPC Demokrat Sumenep

Sumenep (Maduraexpose.com)- Upaya pergantian Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumenep melalui rapat pleno beberapa waktu lalu membuat internal parpol besutan SBY tersebut sempat memanas.

Sebelumnya Ketua Fraksi Demokrat Achmad Jazuli menyampaikan protes pemberhentian dirinya melalui media massa yang direspon keras oleh Ketua DPC Demokrat Sumenep Indra Wahyudi yang menyebutnya sebagai regenarasi bukan pencopotan. Keduanya saling bersahutan disejumlah media online dan Youtube.

Kepada media, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumenep periode 2019 – 2024 itu sempat mengaku ‘dikhianati’ dengan pencopotan tersebut.

“Saya sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat yang sah saat ini merasa dikhianati, secara prosedural yang menjadi kenyataan saat ini sudah cacat prosedur,” kata Achmad Jazuli dilansir dari portal resmi TribunMadura.com, Senin 26 September 2022.

Menengahi kegaduhan antara Ketua DPC dengan Ketua Fraksi Partrai Demokrat DPRD Sumenep, Direktur Eksekutif DPC Demokrat Sumenep kepada awak media menyampaikan sudah tidak ada masalah diinternal parpol berlambang mercy tersebut.

Bahkan Fauzi AS membenarkan jika posisi Ahmad Jasuli sebagai Ketua Fraksi telah diganti melalui rapat pleno yang dilakukan beberap waktu lalu. Menurutnya, pergantian itu akan disebut final setelah dibacakan secara resmi melalui sidang paripurna DPRD Sumenep yang dijawalkan pekan ini.

“Sudah clear (pergantian Ketua Fraksi Demokrat), melalui hasil rapat pleno,” ujar Fauzi,AS Direktur Eksekutif DPC Demokrat Sumenep saat ditemui wartawan kemarin, Rabu 28 September 2022 sore.

Fauzi AS menambahkan, dinamika yang terjadi pasca pergantian Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumenep dinilai sesuatu yang biasa dalam proses penyegaran parpol. Pun juga perbedaan pandangan di tubuh Partai Demokrat, menurut pria yang juga dikenal pengusaha muda ini, sebagai bentuk kemajuan.

“Yang dikomplain itu, karena ketua fraksi [Achmad Jasuli] merasa tidak dilibatkan [dalam rapat pleno]. Jika tidak salah, pada SK sebelumnya [Achmad Jasuli] bukan pengurus harian,” tandasnya. [hrt/arb]
Editor: Ferry Arbania