Duh, Bidan Cantik Asal Sumenep Somasi Oknum Kades di Kecamatan Waru Pamekasan

0
1510
Syaiful Bahri,SH bersama kliennya NRM, bidan cantik yang saat ini masih menjanda.

Sumenep (Maduraexpose.com)- Seorang bidan cantik berinisial NRM yang saat ini berstatus janda asal Pasongsongan Sumenep Madura terpaksa melayangkan somasi terhadap salah satu oknum Kepala Desa di Kecamatan Waru Pamekasan melalui kuasa hukumnya Syaiful Bahri,SH, Jum’at 17 Juni 2022.

Menurut Syaiful Bahari, somasi itu terpaksa dilakukan oleh pihak kliennya yang merasa dirugikan. Bidan cantik yang saat ini berstatus janda itu menilai bahawa somasi terhadap salah satu oknum Kepala Desa di Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan itu sebagai langkawa awal sebelum menempuh jalur hukum.

“Ya benar kien kami telah melayangkan surat somasi kepada seorang oknum Kepala Desa di Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan. Intinya kline kami merasa dirugikan dan somasi tersebut bertujuan sebagi langkah awal untuk menempuh jalur hukum, termasuk juga laporan kepada Bupati Pamekasan melaui Inspektorat Pamekesan,”terang Syaiful Bahri,SH Kuasa Hukum dari NRM,bidan cantik yang saat ini masih menjanda, Jum’at 17 Juni 2022.

Ipung sapaan akrab Syaiful Bahri,SH ini mengaku telah mengirimkan somasi kliennya ke salah satu oknum Kepala Desa di Kecamatan Waru itu pada hari ini.

“Benar, somasi kami kirim via Pos dan giro kepada oknum kades di Kecamatan Waru Pamekasan terkait adanya dugaan penipuan dan penggelapan sebagimana diatur dalam kuhp pasal jounto pasal 372 jounto pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),”tandasnya.

Ipung berharap, dengan somasi yang dikirim ke pihak salah satu oknum Kades tersebut, dirinya beharap yang bersangkutan segera menyelesaikan persoalan tersebut dengan kliennya.

“Harapan saya permasalahan ini nantinya bisa diselesaikan secara kekeluargaan, karena bagaimanapun jika masih bisa ditempuh dengan mediasi atau musawarah akan lebih kita utamakan agar pihak klien saya tidak dirugikan,” tandasnya.

Ditanya soal kronologi kejadian dugaan penipuan dan penggelapan yang dialami kliennya, Syaiful Bahri menegaskan hal itu tidak etis jika harus diungkap dimedia.

“Karena bagaimanapun itu adalah rahasia dan menjaga privasi dari pihak yang disomasi. Intinya dugaan penipuan jounto penggelapan yang dilakukan oleh seorang oknum kepala desa kepada seorang bidan, klien kami,” imbuh Syaiful Bahri,SH menambahkan.

Untuk itu Ipung berharap persoalan kliennya bisa diselesaikan secepatnya agar tidak sampai menempuh proses hukum.

“Yang jelas kami menunggu respon atau tanggapan positif pihak tersomasi. Dalam somasi tersebut kami memberi rentang waktu 7 x 24 jam untuk menghadiri mediasi yang telah kami agendakan,”pungkasnya. [bar/fia/fer]

Disclaimer: Berdasarkan hasil konfirmasi lanjutan dengan ini menerangkan bahwa ASN berinisial NRM
dalam pemberitaan ini melalui kuasa Hukumnya Syaiful Bahri,SH,jika ASN yang berinisial NRM dalam pemberitaan ini adalah perawat (bukan bidan). (Red)

BAGIKAN
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum