Siap-Siap! Kajari Sumenep Keluarkan Sprindik Kasus KUR Miliaran Rupiah

0
332
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Trimo saat memberikan keterangan di Aula. MA. Racman lantai dua pada Selasa 12 April 2022.

Sumenep (Maduraexpose.com)- Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep Trimo mengklaim telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) terkait dengan kasus dugaan Korupsi Dana KUR Miliaran Rupiah yang menyasar kepada salah satu Bank Plat Merah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kepada Wartawan di Sumenep, Trimo menjelaskan dengan dikeluarkannya Sprindik oleh pihak korp Adhyaksa adalah untuk mengusut dugaan korupsi di salah satu Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang berada di Sumenep.

Dijelaskan Trimo, saat ini penyidik Kejari Sumenep tengah mengendus adanya dugaan kerugian negara yang mencapai miliaran rupiah dalam perkara kasus tersebut. Indikasinya , Dana miliaran rupiah digarong oleh oknum pejabat bank BUMN dengan modus penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Pedesaan (KUPEDes) dari Tahun 2015 – 2018.

Modus itu, lanjut Kejari Trimo, dugaan kuat dilakukan oleh oknun pejabat Bank ‘Plat Merah’ itu menggulirkan dana melalui program KUR untuk para UMKM.

“Ternyata para pejabat di salah satu bank plat merah ini menyalahgunakan kewenangannya. Dalam penyaluran program KUR itu, diduga tidak disalurkan sebagaimana mestinya,”ujar Trimo, Kejari Sumenep melalui Tim media ini yang melakukan konfirmasi Selasa siang.

Penyaluran dana dengan modus program KUR tersebut, lanjut Trimo, justru digunakan oleh pihak oknum bank plat merah itu sendiri.

“(Modusnya,Red.) dengan cara pemalsuan identitas, usaha, agunan dan buku tabungan. Dan ini adalah permohonan yang fiktif,” imbuh Trimo di Aula. MA. Rachman, Selasa 12 April 2022.

Trimo juga meminta pihak penyidik untuk benar-benar bekerja keras dan kerja cerdas dalam mengungkap perkara tersebut, mulai dari mengumpulkan sejumlah bukti hingga menetapkan tersangka dalam perkara kasus dugaan kredit fiktif miliaran rupiah di salah satu Bank BUMN di Sumenep tersebut.

“Mulai hari ini surat perintah penyidikan (DIK) sudah diterbitkan. Dan kedepan nanti, akan kita tetapkan para tersangka untuk mempertanggung jawabkan perbuatan itu.”tandasnya.

Disinggung seberapa besar kerugian dari perkara kasus yang menyasar pada Bank plat merah tersebut, Trimo mengaku diatas satu miliar.

“Selama ini kerugian negara yang ditemukan tim penyidik diatas satu miliar lebih”,imbuh Trimo.

Disinggun kapan tim penyidik bergerak dan menetapkan tersangka, Trimo mengaku sampai penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti dalam perkara dugaan kasus tersebut. Pihaknya memberi deadline waktu hingga 28 hari terhitung hari ini.

“Biar peristiwa ini benar-benar terang, tim penyidik akan mengumpulkan sejumlah alat bukti dulu untuk menetapkan tersangkanya,” tutup Trimo.

Sumber: Madura Expose
Editor: Ferry Arbania

BAGIKAN
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum