Genderang Pilkada 2024, Beredar Pasangan Ra Fauzi- Ra Hazmi Latee

0
788

Sumenep (Maduraexpose.com)— Meski jadwal Pilkada Sumenep diperkirakan masih sekitar dua tahun lagi, namun sejumlah tokoh di Sumenep mulai perang banner pasangan calon meski hal tersebut bisa jadi hanya untuk bahan penjajakan figure masing-masing.

Setelah kemarin viral banner Achmad Fauzi- Ra Mamak dan Fauzi-Nurfitriana, hari ini malah beredar banner pasangan Ra Fauzi-Ra Hazmi (Annuqayah Latee).

“Dalam konteks demokrasi hal itu, senyampang bukan black campign sah-saja biar dinamikanya makin seru,” ujar Azania AZ, salah satu fungsionaris dari aktivis Sumekar Network, Kamis 7 Apri 2022.

Pantauan Maduraexpose.com disejumlah grup WA yang paling banyak didominasi aktivis dan tokoh kiai muda Sumenep, dua grup WA sama-sama memiliki anggota ratusan orang.
Bahkan grup WA Ra Fauzi- Ra Hazmi yang baru dibuat hari ini, jumlah anggotanya sudah hamper 200 tokoh dari kalangan pesantren dan aktivis dari lintas profesi seperti wartawan, Advokat dan LSM.

Sekedar informasi, K. Hazmi atau biasa dipanggil Ra Hazmi merupakan Putra dari KH Ach Basyir Pengasuh Pondok Pesanten Annuqayah (Latee). Beliau merupakan saudara kandung dari KH Abd A’la Basyir yang saat ini didaulat sebagai Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022-2027.

Apa itu Latee??

Meski Ponpes Annuqayah sudah sangat terkenal hingga ke mancanegara, namun sebagian orang mengaku kurang paham kenapa ada embel-embel Latee dalam penyebutan Annuqayah. Mengutip dari situs resmi https://annuqayahlatee.net/ disebutkan, bahwa Pondok Pesantren Annuqayah Latee (selanjutnya ditulis P2AL) merupakan salah satu daerah di bawah naungan PP. Annuqayah yang didirikan oleh K.H. Abdullah Sajjad pada tahun 1923. Beliau salah seorang putra K.H. Moh. Syarqawi yang paling gigih dalam perjuangan fisik melawan penjajah.

Pada tahun 1947, beliau gugur sebagai syahid dalam mempertahankan negara dari agresi militer Belanda. Sepeninggal K.H. Abdullah Sajjad, P2AL mengalami kefakuman kepemimpinan. Kefakuman tersebut ternyata bisa diatasi oleh Kiai Anwar, santri kesayangan K.H. Abdullah Sajjad yang berasal dari Gadu Barat, Ganding Sumenep.

Beliau dibantu oleh K.H. Moh. Mahfudz Husaini berusaha menjalankan kegiatan pendidikan di P2AL untuk sementara waktu. Baru pada tahun 1953, kepemimpinan P2AL dialihkan kepada K.H. Ahmad Basyir AS putra K.H. Abdullah Sajjad yang berlangsung hingga tahun 2017. Setelah itu, kepemimpinan P2AL dialihkan kepada K. Abd. A’la sebagai ketua Dewan Pengasuh dengan dibantu oleh K. Muhammad Ainul Yaqin, K. Hazmi Basyir, K.H. A. Hanif Hasan, dan K.H. Moh. Musthafa Erfan sebagai anggota Dewan Pengasuh.

Pada tahun-tahun pertama, kegiatan pendidikan dan pengajaran di P2AL masih sangat sederhana, yaitu dengan menerapkan metode konvensional tradisi pesantren, seperti pengajian Al-Qur’an, pengajian kitab kuning dengan metode sorogan, wetonan, bandongan, dan semacamnya.

Kegiatan pendidikan dan pengajaran ini dapat dikatakan sebagai embrio bagi sistem pendidikan P2AL, hingga pada beberapa tahun berikutnya sistem pendidikan dan pengajaran ini semakin mapan dengan tetap mempertahankan tradisi keilmuan pesantren klasik dalam pola pengajarannya. Hal ini, pada tataran praksisnya, dijalankan oleh Madrasah Diniyah Annuqayah Latee (Madal), Pengajian Al-Qur’an dan Kitab (Depak), dan Madrasah SKIA.

P2AL terletak kurang lebih 150 meter di sebelah timur Masjid Jami’ Annuqayah. Sejak tahun 2015 sampai sekarang, P2AL mengalami peningkatan jumlah santri yang cukup signifikan.

Hal itu dibuktikan dengan jumlah santri yang mencapai angka 1000 lebih. Santri-santri tersebut, berasal dari daerah Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, Probolinggo, Malang, Lumajang, Jombang, Surabaya, Sidoarjo, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Bali, Kalimantan, Lampung, dan Riau.[anl/*]

Editor Ferry Arbania