Alasan Zamrud Sebut Ketua BK DPRD Sumenep “Saksi Mahkota”

0
273

Sumenep (Maduraexpose.com) – Penyebutan “Saksi Mahkota” terhadap Ketua BK DPRD Sumenep pertamakali digelindingkan oleh Direktur KONTRA’SM, Zamrud Khan melalui media ini beberapa hari yang lalu.

Istilah itudigambarkan Zamrud untuk mempertegas posisi Kiai Samioedin yang merupakan Anggota Komisi IV yang sekaligus ditunjuk sebagai Ketua Badan Kehormatan -BL DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Oleh karena beliau (Kiai Samioedin, Red) merupakan Anggota Komisi IV yang juga Ketua BK, maka terkait beliau bisa menjadi saksi mahkota atas rekomendasi Ketua DPRD yang diduga tidak sama dengan hasil rapat,” terang Zamrud Khan, SH.

Mantan Ketua Panwaskab (Sekarang Bawaslu) itu mendesak Ketua BK segera memanggil Ketua DPRD agar tidak persoalan di Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) segera melakukan proses tahapan ulang terhadap pembentukan Keanggotaan DPKS sesuai hasil keputusan rapat resmi di Komisi IV DPRD Sumenep.

Senada dengan Zamrud Khan, Ketua LBH FORpKOT Sumenep mendesak Ketua DPRD Sumenep untuk membekukan seluruh dana yang berkaitan dengan Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) bertujuan untuk menghindari terjadinya kerugiaan Negara.

Hal itu disampaikan Herman Wahyudi, SH menjawab kegaduhan yang tak kunjung selesai sejak awal pengumuman rekrutmen pada akhir tahun 2021 silam.

Herman memastikan bahwa dirinya tidak punya kepentingan apapun dalam persoalan rekrutmen keanggotaan DPKS yang baru.

“Apa yang kami lakukan selama ini demi kebaikan Sumenep kedepan. Termasuk peringatan yang telah kami sampaikan kepada Ketua DPRD Sumenep semata-mata untuk mencegah terjadinya kerugian Negara dan belum ada Perbupnya,” beber Herman Wahyudi, Ketua LBH FORpKOT Sumenep, saat berbincang dengan Maduraexpose.com pada Senin 07 Maret 2022 kemarin. [*]

Sumber: —
Editor: Ferry Arbania

BAGIKAN
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum