Zamrud Khan (kiri) dan Din Syamsudin
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM— Direktur KONTRA’SM, Zamrud Khan mengutuk penyebaran bingkisan salib yang diselundupkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Pasalnya, masyarakat yang selama ini dikenal tentram dan adem ayem mulai merasa resah dan terganggu dengan adanya kasus tersebut yang belakangan mengundang reaksi keras dari para ulama dan kiai Madura.

“Kami minta pihak kepolisian mengusut tuntas, siapa dalang dibalik penyebaran bingkisan berupa atribut salib yang meresahkan umat muslim Sumenep tersebut. Polisi bisa memeriksa Kepala Disdik, Kepala UPT dan semua pihak secara mendalam. Kami melihat, ada indikasi kelalaian dari pihak dinas pendidikan Sumenep, ” terang Zamrud Khan, Direktut KONTRA’SM kepada Maduraexpose.com.

Masuknya sejumlah atribut umat kristiani yang “disusupkan” melalui bingkisan tertutup yang diterima murid sekolah dasar di Kabupaten Sumenep ini, lanjut Zamrud, dinilai sangat meresahkan umat Islam dan patut diduga mengarah kepada penistaan.

“Kalau semua pihak yang sudah diperiksa Polisi bilang tidak tahu, kita hargai. Tapi tidak sesederhana itu dengan lantas menghentikan upaya mengungkap siapa dalang dan penyandang dananya juga harus diungkap secara terang benderang,” tandasnya.

Amrud menambahkan, penyebaran atribut kaum kristiani di sekolah umum yang nota bene siswa Islam itu, patut ditelusuri hingga ke akar-akarnya karena dampaknya sangat luas.

Menurutnya, Polisi bisa saja menjerat semua pelaku yang terlibat dengan pasal 311 atau pasal 156 a KUHP dan UU No 11 Tahun 2008 pasal 28 ayat 2. Disebutkan, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertetntu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan. hal ini dapat dipidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

HotNews:  Perhutani dan Pihak Desa Kebunan Saling Klaim Lahan Proyek Lingkar Utara

“Akan tetapi kepada semua pihak yang terlibat harus dimintai keterangan agar kasus ini menjadi terang benderang”, tandasnya.

Adik kandung pengacara kondang Azam Khan (Indonesia Lawyer Club) ini mendaskan, agar pihak Polres Sumenep segera mengusut apa motif dibalik “penyelundupan” atribut salib yang meresahkan warga Sumenep tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep A. Sadik saat dikonfirmasi awak media justru berdalih tidak tahu isi bingkisan yang diberikan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) pada saat sosialisasi wawasan kebangsaan. Dirinya mengaku menerima permohonan dari Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 untuk melakukan sosialisasi JSN 45 atau wawasan kebangsaan LSD dan pemberian bingkisan kepada siswa.

“Sebenarnya kami tidak mengetahui apa isi bingkisan yang diberikan pihak yayasan yang memberikan sosialisasi wawasan kebangsaan tersebut,” kata Kepala Disdik Sumenep, A Sadik”, kepada awak media. [Ferry Arbania]