Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sumenep, MaduraExpose.com- Muhammad (38) warga Pulau Sapeken berharap penegak hukum memberikan ganjaran seadil-adilnya kepada para gembong mafia BBM di kepulauan, termauk para tersangka pemasok BBM ilegal yang sudah tertangkap tangan pihak Polda Jawa Timur.

“Semoga aparat penegak hukum mengadili tersangka pemasok BBM ilegal dengan seadil-adlinya. Jika tidak, bisa jadi tidak menimbulkan efek jera bagi para pelaku”, harapnya kepada MaduraExpose.com di Sumenep dini hari, Minggu (26/10/2014).

Seperti marak diberitakan sebelumnya, sebuah Perahu Layar Motor (PLM) Lamiaju, yang diduga milik H Ardi (37), warga Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Pulau Sapeken Sumenep, berhasil dibekuk petugas Polair ( Polda Jatim) setelah ketangkap basah melakukan bongkar muat BBM jenis solar, di pelabuhan Sapeken pada Minggu (22/6/2014) malam lalu.

Saat tertangkap, PLM Lamiaju milik H.Ardi itu dinahkodai Liak (45), warga Desa Pagerungan Besar itu ketahun bermuatan solar 7 ton dan hendak dijual ke nelayan Sapeken.

Petugas Polair Polda Jatim langsung menyeret perahu sekaligus barang bukti dan ABK PLM Lamiaju ke Surabaya. Dua ABK itu yakni Lias (50) dan Andri (25) semuanya warga Desa Pagerungan Besar, Pulau Sapeken.

Selain itu petugas juga mengamankan Mulyadi (30) seorang kuli dimanakan petugas untuk dimintai keterangannya. Adapun BBM solar yang disita, sengaja oleh Polair Polda Jatim dititipkan ke pihak Polair Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sementara H Ardi pemilik PLM Lamiaju saat itu mengelak tudingan ikut ‘bermain’ dibalik penangkapan BBM jenis solar ilegal yang menggunakan perahunya.

Pihaknya beralibi, perahunya di sewa seharga Rp 3 juta oleh nahkodanya. Dirinya juga mengaku tidak ada pemberitahuan jika perahunya akan digunakan untuk mengangkut BBM ilegal ke Sapeken.

Sedangkan Kasatpolair pelabuhan Kalianget, AKP Muhardi, saat kejadian tidak bisa dihubungi awak media.

(trb/mex/fer)