ISTIMEWA
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE- Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok tenaga kerja ke barbagai negara di dunia. Ada 500 lebih tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.

Namun dari sekian banyak para penyumbang devisa tersebut tak semuanya mendapatkan hidup yang nyaman di negeri orang. Tak jarang ada sebagian dari mereka yang pulang ke tanah air dalam keadaan tak bernyawa lantaran mendapat perlakuan yang buruk dari majikannya. Di beberapa negera tujuan TKI ini, kasus yang terjadi tak hanya sekali dua kali saja, tapi sudah berkali-kali sehingga patut diwaspadi apabila hendak mengadu nasib ke negara berikut ini. Ingin tahu dimana saja ? Berikut ini ulasan selengkapnya.
1. Arab Saudi

Berdasarkan data dari Pusat Penelitian Pengembangan dan Informasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia tahun 2014 yang lalu. Arab Saudi masuk dalam zona merah negara tujuan TKI.

Zona merah adalah sebutan untuk negara yang paling sering menghadapi persoalan seputar tenaga kerja Indonesia. Kasus yang terjadi di negara ini meliputi penganiyaan, pelecehan seksual, bahkan sampai pembunuhan. Selain itu, kondisi perlindungan kerja di negara ini juga sangat buruk, mengingat pernah terjadi kasus TKI bernama Siti Zaenab yang dijatuhi hukuman mati di Arab Saudi.

2. Taiwan

Beberapa waktu yang lalu Taiwan memang sempat dinyatakan oleh pemerintah sebagai tempat yang aman sebagai tujuan para TKI. Hal itu mendapat kritik dari berbagai pihak mengingat Indonesi dan Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatik.

Hal itu menyebabkan penanganan kasus TKI yang bermasalah juga akan terhambat selain itu juga tidak ada kejelasan tentang berapa upah minimum yang harus diterima para TKI. Para TKI juga akan sulit mendapatkan perlindungan hukum jika bekerja di Taiwan sehingga di negara ini juga rawan tindak kejahatan terhadap para TKI.

3. Qatar

Lagi-lagi negara timur tengah masuk dalam daftar zona merah. Kali ini adalah giliran Qatar. Negara yang saat ini sedang gencar dalam urusan pembangunan tersebut juga menjadi salah satu negara yang banyak dituju oleh para TKI. Akan tetapi dari sekian banyak para TKI ada juga yang bernasip buruk dan mendapatkana berbagai macam masalah.

Di tahun 2014 yang lalu data BNP2TKI merilis angka 2.777 orang TKI dinyatakan bermasalah di negara ini. Menurun dari dua tahun sebelumnya, di tahun 2012 setidaknya ada 4061 orang TKI yang bermasalah. Persoalan yang terjadi sebagian besar karena pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh para majikan, hingga masalah gaji yang tidak dibayarkan.

4. Malaysia

Walaupun letaknya bersebelahan dengan Indonesia, Malaysia juga masuk dalam daftar negara yang tidak aman bagi para TKI. Di negara ini sering terjadi tindakan pemerkosaan terhadap para TKI. Misalnya saja kasus TKI pekerja kedai makanan yamg diperkosa oleh tiga aparat polisi Malaysia di kantor polisi Bukit Mertajam, Pulau Penang pada 2012 yang lalu.

Belum lagi tekanan-tekanan yang diterima TKI yang memilki majikan yang kasar dan tidak manusiawi. Hal itu dirasa sudah cukup menjadi alasan kuat untuk menyebut Malaysia sebagai negara yang berbahaya bagi para TKI.

Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah berjalan melintas di depan ruang tunggu saat tiba kembali di tanah air, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11). Pemerintah memulangkan sekitar 400 TKI bermasalah yang antara lain merupakan korban penyiksaan, belum menerima pembayaran, dan usia di bawah umur, dari sejumlah negara di Timur Tengah. FOTO ANTARA/Ismar Patrizki
Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah berjalan melintas di depan ruang tunggu saat tiba kembali di tanah air, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11). Pemerintah memulangkan sekitar 400 TKI bermasalah yang antara lain merupakan korban penyiksaan, belum menerima pembayaran, dan usia di bawah umur, dari sejumlah negara di Timur Tengah. FOTO ANTARA/Ismar Patrizki

Para TKI adalah orang Indonesia juga, perananya sebagai seorang pekerja di luar negeri telah menyumbang devisa bagi negara. Oleh karena itu keamanan dan perlindungan harus benar-benar diberika pada para TKI dalam hal ini pemerintah diharapakan lebih serius lagi dalam mengevalusi negara-negara yang menjadi tujuan TKI agar nantinya tidak terjadi lagi kasus-kasus memilukan yang menimpa para pahlawa devisa di negeri orang.

[dahsyatnet]