Wahyu Sudjoko/Istimewa.
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM–Baru-baru ini Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur telah menahan Wahyu Sudjoko, tepatnya pada hari Kamis 29 Agustus 2016 lalu. Wahyu dikenal banyak orang karena sepak terjangnya selama menjabat sebagai Mantan Kasi Survei Pengukuran dan Pemetaan BPN Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Wahyu pun keok setelah terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi penyelewengan pemberian hak atas tanah. Kasus yang disangkakan terajadi pada tahun 2014–2015 di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep. Benarkha Wahyu “bekerja” sendirian?

Sejumlah kalangan menduga ada aktor lain dibelakang Wahyu dalam memuluskan sepak terjangnya selama ini. Bahkan salah satu pakar hukum asal Sumenep Subiyaktor,SH,MH berpendapat ada dugaan kuat, adanya oknum lain di BPN Sumenep yang juga perlu didalami oleh pihak Kejati Jawa Timur.

“Ini juga tanah pecaton desa yang disertifikat oleh BPN Sumenep dan harus diperiksa juga. Jangan cuma Wahyu, tapi oknum pejabat yang berinisial KF wajib diperiksa, serta otak intelektualnya harus ditangkap,”ungkap Subiyakto,SH,MH dalam rilis pendek yang diterima MaduraExpose.com, Senin 28 Agustus 2016.

Mantan Kusubag Umum dan Kepegawaian Disduk Capil Sumenep ini menandaskan adanya mafia tanah yang sangat massif di Sumenep dan sudah berlangsung sedemikian lamanya. Pihaknya juga memperlihatkan sample kasus tanah yang terjadi di salah satu desa dekat kota.

“Coba itu periksa, sangat janggal sekali. Mana yang asli pepel no 40 ini di desa (nama desa sengaja dirahasiakan sementara waktu,Red) Kota Sumenep. Satu nomor ada dua data yang berbeda,” pungkasnya.

Ramai diberitakan sebelumnya, adanya penahanan terhadap Wahyu Sudjoko, mantan Kasi Survei Pengukuran dan Pemetaan BPN Sumenep oleh tim penyidik Kejati Jatim.

Dijelaskan Romy Arizyanto, Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jatim bahwa penahanan terhadap warga Jalan Paliat, Blok HH/25, Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, itu terkait dengan kasus 14 sertifikat tanah kas desa yang diduga kuat telah dialihkan dengan menggunakan identitas warga Desa Kalimook, Kecamatan Kalianget. Modus yang digunakan tersangka dengan dalih akan diberi bantuan traktor. [*Ferry/Tim]