Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE–Desas-desus atau rumor adanya isu penggulingan Bupati Sumenep A.Buysro Karim belakangan ini makin santer dibicarakan banyak kalangan, terutama dari kalangan pendukung mantan Ketua DPRD dua priode tersebut.

Baru-baru ini, beberapa orang dekat bupati, menghubungi langsung awak Madura Expose menanyakan apakah benar ada rencana penggulingan bupati oleh elit politik yang berkompeten di Sumenep. Entah siapa yang pertama kali memunculkan isu penggulingan tersebut, namun yang jelas, hal tersebut membuat resah para pendukung setia politisi PKB tersebut.

Saking resahnya, seorang pengguna media sosial facebook mengeluarkan warning dengan memberikan pernyataan adanya pihak tertentu yang mengadu domba antara pihak Bupati Busyro Karim dan Wabup Achmad Fauzi.

“STOP ADU DOMBA KEKUASAAN…..!!! adu domba menjadi badai yang sangat diwaspai didalam kekuasaan, seperti halnya yang akan terjadi di pemerintahan SUmenep. sangat jelas ada pihak-pihak luar yang sengaja mengadu domba ingin mecah belah bapak bupati dan wakil bupati yang nantinya ingin dimemfaatkan,” tulis pemilik facebook dengan akun Pangera Songenep di halaman Grup facebook GERAKAN CINTA BUYA (Laskar Super Mantap) kemarin.

Pemilik akun ini malah meminta seluruh pihak untuk tidak terprovokasi dan lebih waspada dalam menggawangi “serangan” dari pihak-pihak tertentu yang dicurigai memiliki kepentingan untuk menghancurkan dua kubu yang saat ini menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“namum hal ini sudah diantisipasi dan jangan sampai terprovokasi. Bagi para penjaga gawang harus lebih waspada atas badai yang ingin menerjangnya….
karena niat mereka ingin mengganggu roda pemerintahan agar tidak berjalan dengan baik…….waspada waspadalah…..!!!,” pungkasnya.

Sementara Achmad Zainullah, Kaukus Mahasiswa Sumekar Sumenep menilai, status yang ditulis pemilik akun Pangera Sumenep dianggap berlebihan dan terlalu mengada-ada.

“Justru status pemilik facebook dengan akun Pangera Sumenep ini yang bisa jadi provokator kepada masyarakat awam. Dengan status berlebihan seperti itu, masyarakat awam akan menilai, seolah-olah kubu Bupati tengah diserang oleh Wabup. Sebaiknya hati-hati menulis di media sosial, jangan gegabah apalagi sok tahu,”kritik Achmad Zainullah, Ketua Kaukus Mahasiswa Sumekar kepada Madura Expose, Minggu dini hari (12/06/2016).