LOMBOK, MADURAEXPOSE.COM—Komitmen puluhan pelaku usaha waisata Sumenep yang hari ini melanjutkan kegiatannya berupa dialog dengan tema, “Usaha Jasa Pariwisata -Desa Wisata,”, bertempat disalah satu hotel di Lombok.

Acara yang juga dimulai dengan bimbingan teknis pelaku sauaha wisata 2017, yang diwakili Sekretaris Disbudparpora Sumenep dan Kabid Pariwisata, H.Ahmad Halili.

Halili bilang, kedatagan puluhan pelaku usaha wisata Sumenep ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini guna mengekplore seluruh potensi yang ada, termasuk cara pengelolaannya.

“Kami harap para pelaku usaha wisata ini bisa mengeksplore seluruh Potensi wisata Desa yang ada di Lombok. Setelah kita gali, lalu kita bungkus dan kita bawa ke Sumenep. Jujur saja, kalau bicara soal destinasi wisata, saya yakin Sumenep tidak akan kalah dengan potensi yang ada di Lombok. Makanya kita perlu menggalinya di Lombok, termasuk cara pengelolaannya, “, ungkap Ahmad Halili, Kabid Pariwisata Disbudparpora Sumenep dalam acara bimbingan teknis pelaku usaha wisata di Hotel Puriindah, Lombok, NTB, Rabu 15 Maret 2017.

Hali membandingkan beberapa destiasi wisata Sumenep dengan Lombok, pihaknya mengaku optimis kalau potensi Sumenep akan juah lebih bisa potensial,seperti Gililabak dan wisata oksigen di dipulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep.

“Secara objektif saya melihat, potensi wisata di Sumenep sangat prospek dan kalau dikelola secara maksimal, destinasi yang kita miliki tidak akan kalah degan daerah lain,” paparnya.

Untuk itu pihaknya berharap agar semua pelaku usaha wisata Sumenep bisa menggali dengan baik untuk seterusnya dijadikan refrensi untuk mengembangkan potensi yang ada di Sumenep.

” Mari kita gali seluruh perna-pernik wisata yang ada dilombok ini untuk kita bungkus dan kita takar. Apa yang kita dapat di Lombok ini menjadi tambahan wawasan kita dalam memajukan pariwisata di Sumenep,” paparnya.

Hal penting yang sangat menarik, lanjut Halili, kondisi riil di tempat wisata Lombok yang menarik untuk diaplikasikan ada cara mereka menyambut tamu.

“Suatu bukti, ketika kita sampai i bandara interantional Lombok, kita langsung disuguhi dengan sovenir. Meski hanya secarik kain yang terkesan sepele, tapi nilainya itu yang mahal dan sangat berkesan bagi para berkunjung dan kita seperti diperlakukan seperti bukan tamu, tapi seolah-olah keluarga besar masyarakt Lombok sendiri,
“pungkasnya. [Ferry Arbania]