Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE- Gara-gara merenggut keperawanan seorang gadis yang tak lain tunangannya sendiri, guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), asal warga Dusun Saro’an Laok, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yakni Saiful Asandi alias Saib (27), dipolisikan.

Pasalnya, pasca berhubungan intim dengan Saiful Asandi alias Saib, disamping kuburan, Hikmatul Ahadiyah (25), warga Dusun Baru, Desa/Kecamatan Talango, pulau poteran mengalami pendarahan hebat.

Korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget, untuk perawatan medis. Sehingga, oleh Andi Warto, Kepala Desa (Kades) Gapurana, Kecamatan Talango, dilaporkan ke polisi. Namun meski laporan kasus tersebut sudah masuk dan ditangani polres Sumenep, tapi karena keduanya terikat tunangan, maka kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan. Kasus hubungan intim disamping kuburan tersebut, berakhir didepan penghulu.

Saiful Asandi alias Saib oknum guru MI (setingkat SD) akhirnya dinkahkan dengan Hikmatul Ahadiyah (25), warga Dusun Baru, Desa/Kecamatan Talango, pulau poteran.
“Kasusnya memang sempat dilaporkan dan ditangani Polres. Tapi karena informasi dilapangan mereka berstatus tunangan, maka kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan, dan sekarang mereka dinikahkan,” kata AKP Hasanuddin, Kasubag Humas Polres Sumenep.

Dikatakan, peristiwa hubungan intim dua insan yang terikat tali petunangan disamping kuburan, bermula saat pelaku menghubungi korban melalui handphone (HP) Sabtu (23/7/2016), sekitar pukul 17.30 Wib. Pelaku mengajak korban ketemuan. Lalu, pada pukul 18.30 Wib. pelaku dan korban bertemu di jalan PUD Dusun Saro’an Laok, Desa Gapurana, Kecamatan Talango.

Kemudian korban diajak menuju tempat sepi yakni di samping kuburan, tepatnya di Desa Gapurana. Pelaku yang sudah kebelet ingin berhubungan intim layaknya suami istri, tega merenggut perawan tunangannya sendiri. Selanjutnya antara pelaku dan korban sama-sama meninggalkan kuburan, yang dijadikan lokasi intim.
Namun sebelum keduanya berpisah, korban sempat memberitahu pelaku jika vitalnya mengeluarkan darah segar.

Tapi oleh pelaku dijawab dengan enteng, “Ah.. biasa itu, kalau baru pertama kali berhubungan memang seperti itu”. Lalu, keduanya pulang ke rumah masing-masing.
Namun karena darah terus keluar dari vital korban, korban akhirnya melaporkan pada keluarganya. Selanjutnya korban dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget, Sumenep untuk mendapat perawatan medis.

Mendengar warganya mengalami pendarahan usai berhubungan intim dengan tunangannya, Kepala Desa (Kades) Gapurana, Kecamatan Talango, Sumenep, Andi Warto, melaporkan peristiwa itu ke polisi. Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 00.30 Wib kemarin, Kapolsek Talango, AKP Fathol Muin bersama empat orang anggotanya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengintrogasi korban.

Selanjutnya pelaku diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun karena mereka berstatus tunangan, maka kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan.
“Karena diselesaikan secara kekeluargaan, maka kasus yang dilaporkan dinggap selesai. Jadi, kasus ini sudah selesai,” pungkasnya. (DIN/FER)