Warga Pulau Sapeken ini terlantar karena tidak kebagian tiket kapal (Screenshot:Google)
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sumenep, MaduraExpose.com- Sejak beberapa hari ini, Ustadz Achmad Holla (AH)ditahan pihak Polres Sumenep dengan dugaan melakukan tindak pidana berupa pencabulan terhadap seorang perempuan.

Namun sejumlah tokoh masyarakat di Pulau Sapeken, saat dihubungi MaduraExpose.com menyangkal tudingan tersebut karena dinilai sangat tidak masuk akal, mengingat kasus tersebut merupakan kasus lama yang secara hukum belum terbukti.

HM, salah satu tokoh setempat mengaku heran atas penahanan Ustadz meski alibi dari pihak kepolisian hanya melakukan pengamanan terhadap AH yang tak lain seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Pulau Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Bahkan Ustadz Holla pernah diperlakukan seperti hewan, diarak mengelilingi desa. Dan hal itu, berdasarkan pengakuan warga, diketahui oleh pihak aparat, namun dari Polsek setempat tidak melakukan tindakan pencegahan. Jelas semuanya ini fitnah dan saya yakin ada otak intelektual yang menggerakkan”, tandasnya.

Ditambahkan HM, tudingan terhadap AH hanyalah fitnah yang dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak suka dengan ketokohan AH sebagai pendatang yang sukses mengelola lembaga pendidikan di Sapeken. Apalagi di Sapeken, lanjut HM, Ormas NU termasuk kalangan minoritas dibanding Ormas lainnya seprti Persis.

“Peristiwa ini sebenarnya sudah lama terjadi.Kalau tidak salah sekitar bulan September 2014 silam dan sudah diselesaikan secara adat. Apalagi pihak perempuan sudah pernah membuat surat pernyataan diatas kertas, jika dirinya tidak pernah dicabuli oleh ustadz Ahmad Holli. Ini pasti ada yang merekayasa”, sambungnya.

Ditanya apakah HM berada dipihak terduga, dirinya mengatakan berada dipihak yang benar.

“Saya diposisi tidak berpihak kesiapapun. Oleh karena kasus Ustadz ini bersifat delek aduan, kami meminta pihak Polres segera melepaskan Ahmad Holla demi hukum”, lanjutnya menandaskan.

HM menduga, ada pihak-pihak tertentu yang merasa tersaingi oleh kesuksesan Ustadz Ahmad Holla dalam mengembangkan Lembaga Pendidikan Islam.

“Ormas NU khan minoritas di Sapeken. Bisa jadi yang kelompok mayoritas merasa tersaingi. Apalagi ustadz Holla itu khan pendatang. Bisa juga karena dipicu oleh stressing politik Pilkades sebelumnya”, imbuhnya.

Ditemui dirumahnya, HM, mengaku sanagat khawatir, apabila ustadz Ahmad Holli tidak segera dibebaskan, bakal terjadi gesekan yang lebih memanas antara kelompok NU dengan Persis di Sapeken.

“Dan kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari dua kubu, antara ormas NU dengan Persis dikemudian hari, siapa yang akan bertanggung jawab. Saya sudah minta langsung ke pihak Polres dan Polsek segera melepas yang bersangkutan karena sangkaan pencabulan itu tidak terbukti”, pungkasnya.

Sementara AKP Jaiman, Humas Polres Sumenep, dikonfirmasi melalui pesan singkat di nomer ponsel pribadi belum merespon.

(Lis/fer)