Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

JAKARTA– Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengkritisi ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri yang ditulis oleh akun Twitter resmi milik Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Dahnil menyebut BNPT miskin visi dan seolah menuduh hari Idul Fitri radikal.

Saya tidak paham dengan maksud hastag deradikalisasi Idul Fitri. Artinya Idul Fitri selama ini adalah radikal? BNPT ini paham ga sih apa yang dikerjakan?”tulisnya, di akun Twitter pribadi miliknya, Senin (26/06/2017).

Bahkan kata-kata yang ditulis akun BNPT tersebut menurut Dahnil terkesan menyudutkan (umat) Islam. “BNPT ini terang miskin visi. Sekedar berorientasi pada proyek. Justru produksi stigma negatif kepada Islam. Seolah menuduh Idul Fitri radikal.”

Berikut cuitan dari BNPT melalui akun Twitter @BNPTRI: “Mari jadikan Idul Fitri sebagai momentum deradikalisasi diri. Selamat #IdulFitri1438. Mohon maaf lahir dan batin.

#DeradikalisasiIdulFitri,” demikian cuitan BNPT di akun Twitter resminya, Ahad (25/6/2017), pukul 11.59.

Dahnil pun menyebut akun BNTP RI tidak berpikir dengan matang ketika menggunakan hastag.

“Mohon Anda perhatikan istilah hastag tersebut.”

(Rob/voi)