Bupati Sumenep Dr.A.Busyro Karim disela kesibukannya menyempatkan diri menghadiri peletakan batu pertama pembanggunan Mushalla As Sholihin, UPT SMA Negeri I Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis 2 April 2015 silam (Dok.MaduraExpose.com)
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Madura Expose. Berita kematian seorang siswa kelas XI A Sekolah Menengah Atas (SMA) Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berinisial ADR (17) hingga detik ini terus menggelinding dan mengundang keprihatinan banyak pihak.

Pasalnya, meninggalnya ADR diduga setelah dianiaya oleh oknum gurunya sendiri saat jam pelajaran berlangsung. Ibu korban Restiani, didampingi kuasa hukumnya Wiwik Hawiyah Karim, melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya ke Mapolres Sumenep, Madura,Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun media ini, peristiwa nahas tersebut bermula saat ADR (17), yang duduk dibangku di bangku kelas XI A, mengikuti mata pelajaran agama, yang diajarkan oleh terduga pelaku penganiayaan.

Namun, saat jam pelaran berlangsung, ADR ceritanya tidak mengerjakan tugas dan malah tertidur dibangkunya. Sehingga, menyebabkan oknum guru tersebut marah, dan memukul korban dengan gayung di bagian kepalanya.

“Selang berapa lama dari peristiwa itu, korban mengaku sering mengalami pusing, bahkan hingga kejang-kejang, kami membawa korban ke Puskemas Lenteng. Namun di sana tidak sanggup, sehingga kami bawa ke RSUD Moh Anwar Sumenep,” terang Restiani, kepada sejumlah media.

Namun, karena rumah sakit pelat merah milik Pemkab Sumenep ini mengalami keterbatasan peralatan, sehingga yang bersangkutan disarankan dirujuk ke rumahsakit di Pamekasan.

Sesampainya di rumahsakit Pamekasan, Dokter menyatakan bahwa ada pembekuan darah akibat benturan benda keras. Hal itu dibuktikan dari hasil Foto Rongen, diketahui di kepala korban ada pembekuan darah di otak belakang.

“Korban sempat mengalami kejang-kejang, karena pada otak bagian belakangnya ada pembekuan darah. Selanjutnya oleh dokter rumah sakit Pamekasan, korban disarankan dirujuk ke rumasakit surabaya,” imbuhnya.

Namun nahas, sebelum keluarga korban membawa ADR ke rumah sakit di Surabaya, korban menghembuskan nafas terkahirnya Senin (18/3/2019) kemarin.

HotNews:  Jabatan Berakhir, Kades Pagar Batu Ucapkan Terimakasih Lewat Medsos

Sementara itu, kuasa korban Wiwik Hawiyah Karim berharap penyidik Polres Sumenep, khususnya Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) agar secepatnya memproses kasus tersebut, dan segera menangkap pelakunya.

“Harapan kami, penyidik segera memproses kasus ini, dan menidak pelakunya sesuai hukum yang berlaku,” singkatnya.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Moh. Heri membenarkan adanya laporan penganiayaan siswa oleh oknum guru di SMA Batuan.

“Kami akan segera membentuk tim untuk melakukan penyelidikan, terkait kasus penganiayaan yang sampai menyebabkan korban meninggal,” terangnya. (fak/aji)

SMAN I Batuan Bangun Mushalla, Peletakan Batu Pertama Oleh Bupati Sumenep