Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Tok, KPU Tetapkan 185.732.093 Pemilih Pemilu 2019

MADURA EXPOSE–Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 185.732.093 pemilih pada Pemilu 2019. Jumlah tersebut secara resmi masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang ditetapkan melalui rapat pleno di Kantor Pusat KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/9/2019).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 92.929.422 merupakan pemilih perempuan, serta 92.802.671 pemilih laki-laki. Sedangkan, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dari 514 kota/kabupaten seluruh Indonesia mencapai 805.075 TPS.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, rangkaian kegiatan penghitungan DPT berlangsung secara terbuka dan melalui proses yang panjang.Menurut dia, KPU telah melakukan pemutakhiran data beserta perbaikan sistem KPU agar jumlah DPT yang diperoleh valid. Pihaknya juga sudah melakukan rapat koordinasi bersama segenap lembaga negara.

“Jadi penetapan hari ini tidak terjadi secara tiba-tiba karena telah melalui proses yang panjang dan terbuka,” kata Arief.

KPU, kata Arief segera menyampaikan kepada KPU di masing-masing provinsi untuk menjelaskan proses penetapan DPT. Namun, penetapan DPT belum selesai. KPU meyakini masih ada warga negara yang sudah berhak menjadi pemilih tapi belum terdaftar sebagai DPT.

Sebelumnya, koalisi partai pendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan menolak jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 185 juta lebih pemilih yang telah dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu disampaikan setelah setelah empat sekjen partai pengusung melakukan pertemuan.

Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengungkapkan, alasan penolakan DPT Pemilu 2019 itu karena pemilih sementara (DPS) masih ada sejumlah kesalahan. Setidaknya ada 25 juta data ganda dari 137 juta lebih pemilih yang ada di DPS.

“Kami menolak DPT pileg dan pilpres. Karena di beberapa dapil ditemukan beberapa nama, bahkan satu nama bisa tergandakan 11 kali dalam satu TPS,” ujar Mustafa, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2018). (plt/tsc)

HotNews:  Busyro Lengser, Tiket PKB "Ditangan" Unais Ali Hisyam