Madura Expose. Dengan dikawal Kordinator Satgas PGR Jawa Barat, Direktur Operasi dan Direktur Pengembangan PT. garam (Persero) langsung melakulan pengecekan hasil produksi garam yang digarap oleh sedikitnya 7.000-an petani garam dari tambak selauas 3.000 hektar di sepanjang pantai tersebut.

Hartono, Direktur Operasi PT.Garam (Persero) kepada awak media mengatakan, kedatangannya ke Cirebon untuk mengecek langsung stok garam yang masuk ke Gudang PT.Garam (Persero). Istimewanya, lanjut pria kelahiran
Surabaya, 15 Mei 1972 dan Menjabat sebagai Direktur Operasi PT. GARAM (Persero) sejak 26 September 2017 lalu ini menjelaskan, bahwa serapan quota garam didaerah tersebut mencapai puluhan ribu ton.

“ Serapan quota garam yang kami miliki di Jawa Barat mencapai 22 ribu Ton yang dipusatkan di Gudang Cirebon,” beber Hartono dilansir MaduraExpose.com, Rabu 14 November 2018.

Hartono yang sebelumnya menjabat Sekretaris Perusahaan PT. GARAM (Persero) ini menandaskan, jika serapan garam rakyat yang mencapai puluhan ribu ton tersebut dihasilkan dari sejumlah tambak yang tersebar di Indramayu, Cirebon, Brebes dan Losari .

“Di empat lokasi itu saja serapan garam rakyat sudah masuk diangka 17 ribu Ton “, imbuhnya menjelaskan.

Hartono, Direktur Operasi PT. GARAM (Persero)

Ditambahkan Hartono,untuk membantu ketersediaan garam nasional, saat ini PT.Garam (Persero) sebagai perusahaan dibawah naungan BUMN, menargetkan kebutuhan garam tahun 2018 sebanyak
4.2 Juta Ton yang dibagi dalam dua kategori.

“Rinciannya, secara nasional kebutuhan garam konsumsi sebesar 1.2 Juta Ton. Kemudian ada juga target dari KKP diangka 1.5 Juta Ton dan kebutuhan garam industri sebesar 3.5 Juta Ton.”papar Hartono panjang lebar. (Ferry Arbania)

HotNews:  Menjelajahi Komplek Bangunan Kuno Jejak Kejayaan PT Garam Sumenep