Puluhan mahasiswa Sumenep unjuk rasa dihalaman Pemkab Sumenep mengevaluasi kepemimpinan Busyro Karim dan Soengkono Sidik sebagai Bupati dan Wakil Bupati priode 2010-2015 (Foto: Ferry Arbania/MaduraExpose.com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Bursa pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sumenep priode 2015-2020 dari jalur independent kurang diminati oleh sejumlah figur yang selama ini dikabarkan bakal maju dari non parpol.

Hal itu terbukti setelah kesempatan yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) tak ada satupun calon bupati yang menyerahkan berkas dukungan yang disayaratkan hingga batas waktu yang terlah ditentukan .

“Untuk calon dari perseorangan atau independen, hingga batas waktu akhir yang ditentukan tidak satupun calon bupati yang mendaftar ke KPUD”, ujar Abd. Warist, Ketua KPU Kab Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa 16 Juni 2015.

Menurutnya, ketentuan calon perseorangan sekurang-sekurang harus mendapat dukungan sebanyak 72 ribu lebih yang dibuktikan dengan foto copy KTP, untuk selanjutnya dicocokkan mengenai valid tidaknya dukungan tersebut.

Sementara untuk pendaftaran calon bupati dari partai politik masih akan dibuka pada akhir buan Juli 2015 mendatang.

(m2d/fer)