Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE,SUMENEP– Nampaknya UPT pasar Lenteng mulai sewot dan tidak terima apabila pelaksanaan proyek renovasi pasar lenteng kecamatan lenteng kabupaten sumenep yang di evaluasi oleh dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) di nilai sudah merugikan sejumlah pedagang di pasar Lenteng.

Hal itu di sampaikan langsung oleh (Purnomo) UPT pasar Lenteng kepada awak media yang tergabung dalam aliansi jurnalis madura (AJM) saat di konfirmasi melalui sambungan selulernya mengatakan, tidak ada satupun pedagang yang merasa di rugikan walaupun harus mengeluarkan uang pribadi untuk membangun sebuah warung di los yang sudah di sediakan oleh pihak pengelola pasar Lenteng.

“Jika ada pedagang yang merasa di rugikan, silahkan bawa ke hadapan saya, tiap hari saya di kantor. Kata Purnomo saat di konfirmasi oleh awak media Kamis (27/09).

Menurut Purnomo, meskipun pihak pengelola pasar tidak menyediakan tempat yang layak (warung) bagi para pedagang itu tidak masalah karena tidak berbenturan dengan aturan.

“Secara aturan boleh, itu hanya sebagai tempat penampungan sementara para pedagang sampai renovasi pasar selesai. Sambung dia

“Anggaran untuk membangun sebuah tempat yang layak (warung) itu tidak ada, karena itu bukan permanen, seandainya permanen pasti kita pikirkan. Imbuhnya

Selain itu Purnomo juga mengakui jika pihaknya memang memberikan perintah kepada kepala pasar lenteng (rasid) untuk mengintruksikan kepada para pedagang supaya mengosongkan tokonya paling lambat dua hari.

“Betul, memang malam Sabtunya saya memanggil pak Rasid, supaya mengumumkan kepada para pedagang untuk mengosongkan kiosnya paling lambat hari Senin. Tutupnya. (ndr/sap/ajm)