Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE–Sumenep–Sejak beberapa hari terakhir, aktivitas para pekerja proyek pasar Anom Baru Sumenep terlihat tak sesibuk seperti beberapa hari sebelum. Itu terjadi setelah muncul kisruh yang beredar di sejumlah media, terutama di koran ini yang hampir tiap hari mengupas satu persatu persoalan sengkarut yang terjadi.

Usut punya usut, dihentikannya pengerjaan proyek pasar, diduga kuat karena ada masalah keuangan yang tidak terbayar kepada kontraktor, dalam hal ini PT.Krisna Karya selaku sub investor yang menerima kepercayaan dari PT Mitra Abadi Jaya Enginering [Maje] untuk menjalankan proyek tersebut.

“Uang kami sebanyak Rp 9 Miliar belum dibayar”, ujar Trisna Direktur PT.Trisna Karya.

Sementara Novi Sujatmiko, Direktur Bank BPRS Bhakti Sumekar dikonfirmasi soal belum terbayarnya uang Rp 9 Miliar yang menjadi penyebab terhentinya pengerjaan proyek pasar Anom Baru Sumenep meminta Pojok Kiri melakukan konfirmasi kepihak investor dan Trisna Karya.

“Tanya ke investornya Mas salah kamar sampean dan ke trisna karya. Posisi kami dimana”, terang Novi Sujatmiko, Direktur BPRS Bhakti Sumekar melalui pesan singkat yang diterima Pojok Madura Sumenep Plus, Minggu 27 April 2016.

Sekadar mengingatkan, kisruh proyek Pasar Anom Baru Sumenep ini berawal dari Ainur Rahman, Ketua FKPS yang melempar bola panas di media massa dengan memberikan pernyataan bahwa investor yang mengerjakan pasar anom baru diduga investor bayangan yang tidak memiliki modal. Ainur juga menduga investor bayangan ini dibiayai oleh Bank BPRS Bhakti Sumekar. [amo/trs/fer]

HotNews:  Laut Esktreme, 2 Warga Sumenep Dikabarkan Tewas Digulung Ombak