Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Tanggapan Instansi Kesehatan Internasional dan Nasional

Menurut lembaga kesehatan di Amerika Serikat (CDC), satu hal yang perlu menjadi catatan di sini adalah klaim ‘lebih aman’ bukan untuk diasumsikan bahwa rokok elektrik tidak berbahaya untuk digunakan.

Pada satu sisi, tingkat keamanannya masih diragukan. Lebih jauh lagi, efek dari penggunaan jangka panjang masih belum diketahui secara pasti.

Selain itu, ada temuan lain yang menyatakan bahwa cairan rokok elektrik mengandung racun dengan kadar tinggi dan zat yang berpotensi menyebabkan kanker.

Zat-zat beracun dan nanopartikel yang terkandung di rokok elektrik berkemungkinan membunuh lapisan atas sel-sel kulit di rongga mulut.

Sebagian instansi internasional dan nasional turut memberikan tanggapan mengenai rokok elektrik.

World Health Organization (WHO)

WHO meminta produsen untuk tidak membuat klaim yang menyatakan bahwa konsumsi rokok elektrik adalah cara yang ampuh untuk menghentikan kebiasaan merokok tembakau.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)

Melihat beberapa efek negatif disertai bertambahnya peminat rokok elektrik, BPOM telah membuat kajian dan mendorong pihak terkait untuk menetapkan kebijakan atau regulasi pelarangan rokok elektrik.

Apa Saja Kandungan Cairan Berperisa pada Rokok Elektrik?
Rokok elektrik atau biasa juga disebut dengan sistem pengiriman nikotin elektronik (ENDS) adalah alat penguap bertenaga baterai yang dapat menimbulkan sensasi menyerupai merokok tembakau.

Sebagian alat rokok elektrik pun berpenampilan selayaknya rokok konvensional.

Di dalam rokok elektrik terdapat tabung tertutup atau wadah terbuka berisikan cairan yang bisa diisi ulang. Cairan ini, umumnya dinamakan liquid, mengandung propilen glikol, gliserin, sejumlah bahan kimia, dan perisa tertentu. Sebagian dari produk-produk liquid rokok elektrik dapat ditambahkan zat nikotin dengan kadar yang bervariasi. Pada prosesnya, liquid yang ditampung di dalam rokok elektrik akan dipanaskan sehingga memunculkan uap. Uap inilah yang dihirup oleh pengguna.

Nikotin

Nikotin sebagai salah satu zat kimia yang terkandung di dalam liquid merupakan zat candu yang dapat ditemukan pula pada rokok tembakau. Efek candu dari nikotin berisiko memicu depresi atau uring-uringan ketika berhenti mengonsumsinya.

Selain itu, nikotin juga bisa membuat kepala menjadi pusing, tubuh gemetar, napas terengah-engah, kerusakan paru-paru permanen, dan berisiko lebih tinggi terjangkit kanker paru-paru.

Propilen glikol

Propilen glikol merupakan cairan buatan laboratorium yang pada dasarnya aman dikonsumsi. Namun, zat ini tetap berisiko mengiritasi paru-paru dan mata, serta tidak disarankan dikonsumsi oleh penderita asma karena berisiko menjadikan asma lebih parah.

Gliserin

Gliserin adalah cairan yang tidak berbau dan tidak berwarna. Cairan yang memiliki cita rasa manis ini secara garis besar aman dikonsumsi sebagai makanan, meski efeknya belum bisa dipastikan jika dihirup secara berlebihan.

Bahan-bahan kimia berstatus tidak aman

Sejumlah bahan kimia berbahaya yang bersembunyi di dalam cairan rokok elektrik adalah formalin, asetaldehida, akrolein, timah, timbal, dan merkuri. Jika dipanaskan, bahan-bahan kimia tersebut bisa membentuk aerosol sebagai zat yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

Perisa

Liquid rokok elektrik diproduksi dengan ditambahkan berbagai cita rasa yang dapat dipilih sesuai selera, seperti rasa buah-buahan, kayu manis, cheesecake, hingga popcorn. Salah satu bahan kimia yang dipakai sebagai tambahan perisa adalah diasetil. Menghirup diasetil kerap dikaitkan dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Mengenai status keamanan rokok elektrik sejauh ini, terutama dampak penggunaan jangka panjang, masih menjadi bahan perbincangan di dunia medis karena klaim dari produsen belum sepenuhnya terbukti. Saran terbaik yang dapat dilakukan adalah menghindari sesuatu yang kebenarannya belum teruji secara pasti.

Di lain sisi, jauh lebih baik jika kita bisa sepenuhnya tidak bergantung kepada rokok maupun rokok elektrik yang jelas-jelas mengandung nikotin dan zat-zat yang dapat merugikan kesehatan.

(Alodoktercom)