Kasatlantas Polres Sumenep AKP Musa Bakhtiar. (Foto: Ferry Arbania/MaduraExpose.com)
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sumenep, MaduraExpose.com- Ksiruh pemberitaan salah satu koran harian tertua Madura, membuat hubungan Polres dengan media tersebut makin meruncing karena pihak yang diberitakan merasa diprovokasi dengan pemeberitaan yang tidak bertanggung jawab dan diduga kuat sangat sepihak dengan mencatut nama asosiasi kepala desa (AKD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Bahkan kemarin siang, sejumlah kepala desa mendatangi Kasatlantas Polres Sumenep AKP Musa Bakhtiar untuk meminta maaf terkait pemberitaan RM yang mencatut nama AKD. Permintaan maaf para Kades tersebut agar tidak terjadi kesalah pahaman antara para Kepala Desa dengan pihak kepolisian, dalam hal ini Satlantas Polres yang menggelar operasi lalu lintas hingga ke desa-desa di sejumlah wilayah kecamatan.

“Pemberitaan di koran itu tidak benar mencatut nama AKD. Padahal setelah kami krocsek keteman-teman, tidak ada yang merasa diwawancarai oleh wartawan media yang bersangkutan. Kami sengaja datang ke Pak Kasatlantas untuk menjelaskan bahwa pemberitaan itu tidak benar”, ujar salah satu kepala desa yang enggan disebutkan namanya.

Sementara Kasatlantas Polres Sumenep, AKP Musa Bakhtiar, Kasatlantas Polres Sumenep saat dihubungi MaduraEpose.com mengaku enggan berkomentar banyak setelah melakukan koordinasi dengan pimpinan, yakni Kapolres Sumenep.

Namun demikian, pihaknya membenarkan adanya sejumlah kepala desa yang menemuinya dengan tujuan menjelaskan isi pemberitaan salah satu koran tertua di Madura, yang dinilai provokatif dan tidak benar mengatasnamakan AKD.

“Seperti tadi siang (kemarin, Red) beberapa Kades datang ke saya untuk klarifikasi dan minta maaf terkait berita yang tidak benar di (RM) yang mengatasnamakan AKD”, terang Musa kepada MaduraExpose.com.

(Fer)