Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sampang (Madura Expose)- kegiatan diskusi yang diadakan oleh Madura Devlopmen Watch yang Menyinggung soal Fee Proyek, Budayawan Sujiwo Tejo mengatakan, perlu adanya budaya jujur. Sebab, menurut pria yang biasa tampil nyentrik ini, masyarakat Indonesia Tergolong Munafik.

“Contoh kemunafikan orang Indonesia. Ketika ada istri bupati yang gelang emasnya tida segede Becak, akan dirasani.” Ujarnya.

Sujiwo Tejo melanjutkan, masyarakat harus berani membuang kemunafikan.
“Saya berharap, kedepan akan ada kampanye, misalkan ‘saya Brodin, mau nyalon bupati Sampang asal gaji saya 2 Triliun dalam satu tahun. Tapi saya tidak mau menerima fee proyek. Dan, semua selokan dan jalan akan saya bangun.” Ujarnya berapi-api.

Sayangnya, menurut Sujiwo Tejo, hal itu justru akan dinilai oleh masyarakat buruk, serta di cap ‘Komersil’. “Padahal, kalau kita berkaca kepada tukang Las, masyarakat tetap mau bayar mahal asal pengerjaannya baik.”

Dalam ilmu dalang, lanjutnya, Kurawa dulu mempunyai 10 kepala yang membuat kurawa itu merasa malu. “Akhirnya, Kurawa bertapa setiap 5000 Tahun 1 kepala dipotong. Hingga akhirnya oleh rahwana ditegur. Kenapa kamu begitu? Karena saya malu. Sudah biarkan saja. Dunia butuh kegelapan, tanpa kegelapan Kehidupan tidak Jalan.” Ujarnya.

Maksudnya, tutur Presiden Jancukers tersebut, kita jangan berharap agar koruptor itu Habis. Karena tanpa Koruptor, tidak akan ada yang namanya ICW, MDW. Artinya, ICW dan MDW tetap pada tugasnya. Menghantam Koruptor dan mengawasi.

“Sama dengan saya jarang sholat, sholat saya amburadul tapi saya tetap berdakwah. Tugas kita berdakwah. Saya kesana kemari berbicara masalah moral, tapi tidak berarti saya berharap Masalah Moral itu selesai.” Ujarnya.