Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Spektakuler, RH HUT 60 Tahun di Rich Palace Hotel “Dr. Dwi Soetjipto Layak Menteri BUMN 2019”

Surabaya,(MaduraExpose.com) …
Sungguh berkesan dan spektakuler, Ir. H. Ridwan Hisjam ini termasuk sosok tokoh Jatim yang kreatif dalam
mengemas acara HUT-nya ke 60 tahun itu tidak main-main, ia pun buka formasi sosial dan politik di tengah senyapnya Pilgub dan Pilkada di 17 titik seluruh Jatim dengan melibatkan sekitar 14 lembaga bergengsi yang mulai dari Lemhanas, Hipmi, HMI, Kadin, REI, KNPI,
Kosgoro 1957, Jatim Ventura, Komunitas Budaya Jawa, DPR-RI hingga Partai Golkar.

RH alias Tatok, panggilan popular di kalangan wartawan dan koleganya itu sempat melontarkan rasa apresiasi yang menyentuh kalbu sekaligus perspektif
nasional atas tatanan Kabinet Pemerintah berkualitas namun menyentuh nyata nasib Rakyat Indonesia yang masih dominan hidup di bawah standar kemapanan hidup
yang layak.

“Aspirasi itu setidaknya akan kita kristalkan dalam beberapa tokoh yang duduk di Kabinet Pemerintah pada
era 2019-2024, ya salah satunya P. Dwi Soetjipto yang mantan Dirut Pertamina ini sebagai Menteri BUMN,” lontar

RH, diaplaus hadirin, saat sambut ratusan tamu yang memenuhi Hall Rich Palace Hotel Surabaya di Lantai Dua
itu, pada 26 Mei 2018.

RH yang anggota DPR-RI dari Dapil Malang Raya itu pun menandaskan, bahwa pẻrsoalan Kedireksian di Pertamina pasca ditinggalkan oleh Dwi Soetjipto masih
‘berkecamuk dan panas dalam’ sampai hari ini.

Oleh sebab itu siapa pun anak bangsa yang berkualitas dan berhati adalah patut dipercaya sekaligus dikawal agar
Manajemen Pemerintahan juga Ketatanegaraan RI kita ini maju untuk siap berkompetisi dengan pihak manapun.

“Ketua Ika ITS, seperti Pak Dwi Soetjipto selayaknya dipercaya kembali,” tegas RH, seusai pidato singkat dalam sambutan dan rasa terima kasih, sembari minta maaf bila ada undangan yang tak dapat duduk nyaman maupun menikmati menu seadanya itu.

HotNews:  Soksi Jatim pun Konsisten Menangkan Jokowi Dua Periode juga Airlangga Hartarto Dua Periode

Suasana pun haru, cair dan karib di acara HUT ke 60 RH yang monumental itu benar-benar spektakuler. Tamu dan para handai taulan pun terus mengalir dari
berbagai lapisan meski acara pokok telah usai dan menu pun habis tersantap ketika buka Ramadhan 1439 H dan Silaturahim yang langka ini dipurnasajikan oleh RH
bersama istri tercinta Nyai Hajjah Nunuk Ridwan bersama anak-anak dan cucunya.

RH seakan membuka pintu gerbang keakraban kembali keluarga besar PG Jatim yang đulu kerab digelar saat menjadi Ketua Golkar Jatim, Ketua REI maupun Ketua Kadin dan Kosgoro 1957 Jatim.

“Ini bagai obat kangen, yang seperti lagu bulu merindu,” celetuk Dr. H.
Taufikurahman Saleh dan Ir. H. Djamil yang kenal baik RH dan hadir pada malam itu. Mereka bilang, “memang di
Jatim lama tak ada temu informal yang spektakuler dari kalangan politisi, pengusaha maupun pemudanya yang
sifatnya silaturahim antar elemen sosial, budayawan dan
keagamaan”.

Siapa sosok lain, serupa RH? “Ya, kalau seperti banyak. Tapi yang serupa RH masih langka,” seloroh Djamil dosen Unibraw Malang, sembari melempar
tawanya yang khas itu.

Djamil pun positif thinking dalam mẻrespon pokok pikiran dan aspirasi yang dilontarkan oleh Tatok alias RH itu,

“coba simak dengan tenang dan pikiran terbuka. Sosok Dr. Dwi Soetjipto yang santun dan sederhana ini, tiba-tiba di siang bolong diganti. Dan itu kuduga lantaran faktor irasional dan ada nuânsa KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme), apalagi jelang tahun Politik 2018 dan 2019,” paparnya sebelum pulang malam itu.

Djamil pun menyinggung potensi keluarga besar Ika ITS yang jumlahnya bisa puluhan juta sebagai masa pemilih, dan sayang bila Presiden maupun pihak lain
mengabaikannya.

HotNews:  Soksi Jatim pun Konsisten Menangkan Jokowi Dua Periode juga Airlangga Hartarto Dua Periode

“Ya, kami punya ratusan ribu Ika ITS
yang alumnus aktif, “ timpali Anasrosidi selaku Sekretaris Ika ITS yang dihubungi terpisah lewat WA. Ia pun minta maaf, ketika singgung adanya adat perilaku yang tidak patut di kalangan “Penguasaha
Indonesia”, terutama pada saat-saat menjelang Pesta Demokrasi itu kerap memanfaatkan BUMN sebagai “alat perahan”.

Oleh sebab itu, saya berharap dengan hormat bahwa hal-hal yang tidak patut itu harus diakhiri dengan serius dan baku tanpa menuding ini-itu siapa?,” pungkas Djamil dalam mengkritisi dan menghidup-hidupkan segala BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan pranata
organisasi di Pemerintahan RI kita ini.

(masjhur)