Nurus Salam alias Oyuk, Ketua Komisi II DPRD sumenep usai menemui perwakilan HMI Sumenep dan IMM. (foto:Ferry Arbania/Maduraexposecom)
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM–ketua Umum Hi mpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumenep, Urip Prayitno mencurigai adanya dugaan oknum anggota Komisi II DPRD sumenep terlibat dalam skandal korupsi PT WUS.

Pernyataan itu disampaikan usai melakukab aksi unjuk rasa dan Audiensi dengan Komisi II DPRD Sumenep, Selassa 17 Oktober 2017.

“Kami menduga ada oknum Komisi II DPRD Sumenep ada yang terlibat. Apalagi kasus ini sudah berlangsung cukup lama. Selama ini kita pantau fungsi pengawasan tidak maksimal, ” ungkap Urip Prayitno, Ketua HMI Sumenep usai melakukan audiensi dengan pihak Komisi II DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Urip memaparkan, kasus yang menerpa internal PT WUS merupakan skandal besar dan terstruktur dengan melibatkan sejumlah pihak.

“Pengungkapan kasus PT WUS ini jangan sampai berhenyi si Sitrul Arsy saja.Kami yakin pasti melibatkan banyak tersangka lain yang harus diusut, “, tandasnya

Mahasiswa pengunjuk rasa dari IMM dan HMI Sumenep, Selasa 17 Oktober 2017.

Sementara Oyuk alias Nurus Salam, Ketua Komisi II DPRD Sumenep saat dikonfirmasi diruang kerjanya enggan berkomentar.

“Kalau masalah ini (dugaan oknum Komisi II terindikasi terlibat sakndal PT WUS) saya tidak bisa berkomentar”, ujar Oyuk sembari meninggalkan ruang komisi, Selasa.

Selain Oyuk, tampak beberapa anggota Komisi II lainnya, yakni Iskandar, H. Masdawi dan Akis.

Pantaan didepan gedung dewan, sejumlah aktivis IMM dan HMI Sumenep terus berorasi sambil membawa poster tuntutan semisal, ‘Ungkap mafia dan dalang kasus PT WUS’, ‘Tuntaskan kasus PT WUS’, dan juga poster lainnya semisal “‘Sitrul mantan Direktur. Apa kabar mantan-mantan yang lain?’

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Jatim menahan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Wira Usaha Sumekar (WUS), Sitrul Arsyih Musa’ie pada Jumat kemarin.

Sitrul Arsih mengenakan rompi tahanan Kejati Jatim/Istimewa.

Sitrul yang juga dikenal pentolan PKB Su menep ini diduga menerima dana participating interest (PI) sebesar 10% dari hasil pengelolaan migas PT Santos Madura Offshore yang beroperasi diujung timur pulau Madura.

HotNews:  Kisruh Lahan Proyek Berbuntut Panjang, Besok Perhutani Turun Gunung

(J88/Tim/Fer).