Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Pamekasan (MaduraExpose.com)- Pasca pengeroyokan yang menewaskan Sofyan Nofabrianto (19), siswa kelas III, SMKN 1 Pamekasan, Madura membuat pihak sekolah mengaku cemas dan khawatir hingga memilih meliburkan 50 siswa-siswinya yang berasal dari kecamatan Proppo.

Kebijakan pihak sekolah tersebut tergolong khusus karena hanya diberlakukan bagi siswa-siwi asal Kecamatan Proppo, Kabupaten Pameakasan.

Menurut pihak sekolah,itu dilakukan, karena dugaan sementara, 10 orang yang merupakan pelaku pengeroyokan yang menewaskan Febri, diduga kuat berasal dari daerah Proppo.

Subiyanto, Kepala SMK I Pamekasan mengakui, ke 5o siswa-siswinya yang diliburkan tersebut demi mencegah timbulnya korban susulan karena hingga saat ini para pelaku belum berhasil diciduk aparat kepolisian.

Jatah libur bagi siswa asal Proppo ini diberlakukan sampai batas waktu tak ditentukan.

Sedang permintaan libur, disampaikan pihaknya, dengan menggunakan SMS dan juga pemberitahuan secara langsung.

“Dengan berat hati dan demi mencegah jatuhnya korban yang lain. 50 siswa asal proppo kami liburkan karena khawatir , pihak yang berniat balas dendam salah sasaran lagi keanak didik kami”, terangnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Siti Maryatun membenarkan kejadian tersebut dan terus melakukan penyelidikan siapa pelaku pengeroyokan yang menewaskan febri, Siswa SMK I Pamekasan.

Pihaknya akan memintai keterangan Rispandi teman korban yang pulang bersama pada saat terjadinya aksi pengeroyokan oleh 10 orang tak dikenal, tepatnya dipinggi jalan, Depan SMA Negeri 4 Pemekasan pukul 12.30 wib pada Senin (6/10/2014) lalu.