Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE—Kisruh antara Bupati Sumenep A.Busyro Karim dengan kalangan Wartawan Sumenep terus saja memanas. Usut punya usut, ternyata berawal dari pertemuan mantan suami Wafiqah Jamilah tersebut dengan kalangan media luar Sumenep di Surabaya. Informasi yang beredar dikalangan wartawan menyebutkan, pertemuan orang nomor satu di Kabupaten penghasil migas itu membahas seputar potensi Gililabak, Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep.

“Kami dikontak wartawan media nasional jika ada pertemuan Bupati Sumenep dengan sejumlah media nasional dan regional soal Gililabak di Surabaya. Kami tidak mempersoalkan bupati mau ketemu siapapun itu hak dia. Problemnya kenapa kami yang pertama kali meng-expose objek wisata itu, kok orang luar yang didahulukan. Harusnya putra Sumenep dong”, ujar Samaudin, salah satu wartawan kriminal Jawa Timur kepada Madura Expose, Kamis 16 April 2016.

Kuli tinta yang biasa disapa Udin ini menyesalkan sikap Bupati Sumenep yang melakukan pertemuan secara diam-diam tanpa melibatkan media lokal, yang jelas-jelas memberikan kontribusi penuh dalam promosi wisata Gililabak, jauh hari sebelum satupun media nasional menyentuhnya.

“Sikap bupati layak kita sikapi dengan serius, karena ini menyangkut kreativitas putra daerah yang dengan suka rela memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah. Tanpa kami, potensi yang tersembunyi itu tidak akan mendunia seperti sekarang ini”, imbuhnya.

Ditanya apakah berhenti melakukan publikasi, Udin menggelengkan kepala. Menurutnya, sebagai putra daerah yang lahir dan dibesarkan di Sumenep, pihaknya akan terus berkarya dengan atau tanpa dihargai pemerintah daerah.

“Kalau hanya karena tidak dihargai Bupati Busyro, terus kami berhenti menulis, menggali kekayaan alam seperti objek wisata Gililabak, saya pikir ini tidak baik. Kami akan terus bekerja dengan ikhlas seperti sebelumnya”, pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Sumenep A.Busyro Karim mengadakan silaturrahim dengan wartawan di Aula Diskominfo Sumenep. Sayangnya, dalam pertemuan tersebut tidak dibuka ruang tanya jawab yang bisa menyelesaikan perselisihan antara pihak wartawan dengan mantan ketua DPRD Sumenep dua priode tersebut. [trs/fer]