Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Anggota TNI Serda Muhammad Ilman dalam keadaan tidak bersenjata ditembak mati oleh Satuan Brimob di desa Towu, Kec. PPU, Kab. Poso. Muhammad Ilman yang meninggal di TKP ditembak di bagian kepala saat melaksanakan tugas menindak lanjuti info dari jaring terkait penimbunan sanjata api disekitar Tower di desa Towu. Ia merupakan anggota Satgas 1 Intelijen Tinombala DPP Kapten. Inf. Khalef. Hal itu disampaikan Ketua Umum Kiai Muda Indonesia Gus Wahyu NH Aly sesaat setelah sholat ghoib untuk korban.

“Informasi ini saya dapat dari masyarakat dan bisa dipercaya. Ada 7 OTK, salah satunya beliau yang saat itu disergap satuan Brimob. Prinsipnya, kejadian salah tembak ini sebaiknya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Memang, yang saya pelajari, kalau di TNI itu ada aturan jelas terkait larangan menembak orang tak bersenjata. Aturan ini sepertinya tidak ada di Brimob,” papar cucu KH. Abdullah Siradj Aly ini di majlis Ashabul Kahfi di Bekasi, Rabu (27/16).

Penyergapan kelompok Santoso oleh Tim Alfa dari Batalyon 515 Raider/Kostrad, dikatakan Gus Wahyu sebagai contoh yang bagus. Dijelaskan, saat penyergapan oleh TNI terhadap kelompok Santoso yang didampingi oleh istrinya, ada 2 wanita dan tidak bersenjata. Karena wanita tidak bersenjata sehingga tidak ditembak. 1 orang wanita tersebut akhirnya ditangkap dan disergap oleh Batalyon 303/Kostrad.

“Karena tidak bersenjata, ya harus hidup. Ini aturan di TNI yang saya pelajari, yang saya kira akan bagus Brimob belajar secara serius dari profesionalitas TNI,” katanya lagi.

Dikatakan Gus Wahyu, sholat ghoib yang dilakukan bersama jamaah, sebagai wujud rasa hormat dan doa kepada korban yang dinilainya gugur dalam tugas Negara, pada 27 juli 2016 pukul 12.30 Wita.

“Beliau pejuang. Beliau gugur dalam tugas, kita musti menaruh hormat dan mendoakan,” pungkasnya.

Septika Wahyu Diananda