Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE–Diduga kebakaran jenggot atas pemberitaan sejumlah media online yang memojokkan Bupati Sumenep Busyro Karim yang dinilai tidak tahu berterimakasih kepada awak media, yang telah bersusah payah membesarkan sejumlah potensi wisata Gililabak, tanpa dibayar sepeserpun. Tiba-tiba ada pertemuan Bupati dan Wabup Sumenep yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumenep kemarin malam.

Dalam pertemuan dengan awak media tersebut, Busyro Karim melontarkan bahasa kecoak berkali-kali yang membuat awak media tersinggung dan menganggap Bupati mempekeruh hubungan baik dengan media. Hal itu diperparah dengan ditutupnya ruang dialog antara bupati dengan pihak wartawan yang sering dilakukan sebelumnya.

“Harusnya bupati tidak nyindir-nyindir dengan bahasa kecoak begitu. Apalagi setelah memberikan sambutan tidak diberi ruang dialog yang bisa meng-clear-kan persoalan”, tandasnya Surya, salah satu wartawan Sumenep.

Kisruh wartawan dengan Bupati Sumenep ini diprediksi akan terus memanas dan menjadi blunder bagi sejumlah SKPD yang selama ini bertugas menjembatani kepentingan Pemkab dengan awak media.

“Persoalan ini akan terus berlangsung memanas karena ruang komunikasi yang dibangun sama sekali tidak melibatkan semua pihak yang terlibat didalamnya”, imbuhnya.

Pihaknya bersama sejumlah wartawan di Sumenep akan membentuk forum lintas media yang akan menyurati Bupati Sumenep A.Busyro Karim untuk mengklarifikasi analogi yang disampaikan dengan menggunakan bahasa kecoak didepan wartawan.

“Kami sepakat untuk melakukan audiensi supaya bupati mengklarifikasi analogi kecoak itu ditujukan kesiapa. Ini penting agar tidak memperkeruh keadaan”, pungkasnya.

Sementara Busyro Karim sendiri, saat hendak dikonfirmasi usai pertemuan dengan kalangan wartawan, justru mempercepat langkahnya meninggalkan Kantor Diskominfo Sumenep. [FER]

HotNews:  Kisruh Proyek Jalan, Kades Kebunan Bantah Klaim Perhutani