Mediasi FPI dan MAI soal penghinaan FPI dan Habib Rizieq di Mapolsek Palengaan, Pamekasan (Dok.Maduraexpose.com)
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Reporter: Adezta Mellany Citra
MADURAEXPOSE.COM—Berawal dari status di media sosial facebook, seorang warga dengan akun Moh Ahnu Idris (MAI) dilaporkan ke Polsek Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Tak hanya mengatakan FPI identik PKI, pemilik status juga mengatakan Habib Rizieq preman dan demo 212 berbau politik, bukan membela agama. Tak ayal, status yang menyinggung umat Islam itu menuai protes keras dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan FPI, yang langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Palengaan tiga hari yang lalu.

Dalam laporan tersebut, FPI meminta MAI agar meminta maaf melalui akun facebooknya, dan media cetak terkemuka di Madura (RM) di halaman pertaman, termasuk permintaan maaf di Kantor FPI.

“Dan orang tersebut mengaku siap menjalankan tuntutan FPI,” ujar Kapolsek Palengaan, Pamekasan, AKP Mohammad Soleh saat dikonfirmasi Maduraexpose.com , Selasa (28/02/2017).

Dijelaskan Soleh, pihaknya diminta Abdul Halim, perwakilan FPI sekitar tiga hari yang lalu,Sabtu (26/02) melaporkan MAI, sekaligus meminta pihak memediasi pada hari ini, Selasa.

“Hari ini, saya mengadakan konseling mediasi sesuai dengan Perkap Kapolri, bahwa penyelesaian perkara diluar pengadilan saya selaku Kapolsek pembawa mediasi ini. Saya utarakan posisi hukumnya peristiwa pidananya sudah saya jelaskan semuanya,” imbuh Kapolsek Soleh.

Puluhan warga yang diduga pendukung FPI lurug Polsek Palengaan, Pamekasan, Madura. [Foto:Adezta Mellany Citra/Maduraexpose.com]

Setelah melakukan mediasi, Kapolsek mengaku menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak yang merasa dirugikan.

“Saya kembalikan kepada yang dirugikan, permintaannya apa, terus itu kembali ke saya lagi. Ada pihak-pihak yang sebetulnya permintaannya lebih daripada itu. Namun kiai-kiai ini yang alim jadi tidak mengikuti semua permintaan dari di bawah”,sambungnya menjelaskan.

Dijelaskan Soleh, dari elemen masyarakat bawah, ada yang mendesak, supaya MAI tidak sekadar minta maaf.

“Kalau permintaan di bawah tidak hanya minta maaf. Bahkan ini menurut Ustad tadi itu, di sana terus menelfon sudah datang 5 truk akan ke sini. Alhamdulillah atas bantuan para Kiai, ulama, Habib dan ustadz , masyarakat bisa diredam”, pungkasnya. [dez/fer]