Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE– Masih ingat ribut soal pencalonan bupati yang dilakukan oleh lembaga survey sekitar Februari 2015 silam? Saat itu, sebuah lembaga survei memposisikan Said Abdullah, salah satu Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur XI (Madura) malah enggan mencalonkan diri sebagai kepala daerah dengan dalih, mengabdi kepada bangsa dan negara tak harus menjabat sebagai Bupati.

“”Namun, kalau secara pribadi, kami lebih menginginkan mengabdikan diri di jalur lainnya. Lahan pengabdian kepada bangsa dan negara, termasuk daerah, tidak harus menjabat sebagai bupati,” ujarnya seperti dilansir Republika.co.id.

Kendati demikian, Said menjelaskan, bahwa hakikatnya, dirinya bisa maju atau tidak sebagai kepala daerah ditentukan oleh partainya, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Sebagai petugas partai (PDIP), kami bisa maju atau tidak, tergantung keputusan partai,” tandasnya.

Untuk diketahui, saat itu, nama Said Abdullah, melenggang diatas sejumlah nama yang dimunculkan sebelumnya dan berdasarkan hasil survei lembaga Proximity yang digelar pada pekan terakhir November hingga pekan pertama Desember 2014 saat itu, nama Said Abdullah menempati urutan pertama. Adapun nama-nama yang saat itu muncul kepermukaan, yakni A Busyro Karim, Soengkono Sidik, dan Zainal Abidin , mantan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Proximity saat itu, elektabilitas MH Said Abdullah sebesar 22,5 persen, Zainal Abidin (15,8 persen), A Busyro Karim (11,8 persen), HM Sahnan (8,7 persen), Dewi Khalifah (tujuh persen).

Selanjutnya, Ilyasi Siradj (5,8 persen), Soengkono Sidik (5,2 persen), Unais Ali Hisyam (2,3 persen), Azasi Hasan (1,7 persen) dan belum menentukan pilihan 19,2 persen.
Survei menggunakan jumlah sampel 1.000 responden dari 27 kecamatan dengan tingkat kesalahan 3,1 persen dengan confident interval 95 persen. [ROL/ANT/**]