Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE–Pameran pembangunan dan Sumenep Expo yang dijadwalkan pada tanggal 24-28 Oktober 2016 di Lapangan Giling terancam bergolak, karena ratusan PKL keberatan direlokasi kedalam lapangan.

Munculnya penolakan itu terungkap setelah adanya pertemuan perwakilan Paguyuban PKL Taman Adipura dengan sejumlah pejabat teras dilingkungan Pemkab, diantaranya Syaiful Bahri, Kepala Disperindag dan Yayak Nurwahyudi, Kepala Dinas Kominfo , baru-baru ini dikantor Disperindag Jalan Urip Sumoharjo, Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Waktu itu rapat perwakilan PKL dengan Pak Yayak dan Pak Syaiful di Kantor Disperindag Sumenep, membahas tentang pameran pembangunan. Mereka menawarkan supaya ratusan pedagang yang masuk dalam paguyuban supaya masuk kedalam lapangan,”, ujar Abd. Ghafar atau biasa dipanggil Cak Dul saat dikonfirmasi MaduraExpose.com, Jum’at 7 Oktober 2016.

Cak Dul juga mengaku heran dengan sikap Yayak Wahyudi, Kepala Diskominfo, yang terkesan sangat agresif dalam menyikapi persoalan PKL. Padahal, menurutnya, urusan pedagang tersebut bukan wilayahnya.

“Saya heran juga kenapa selalu Pak Yayak yang didepan ngurusi masalah PKL ini. Padahal bukan tim relokasi dan juga tidak ada kaitannya dengan masalah kami,” imbuhnya dengan nada penuh keheranan.

Pria bertubuh jangkung ini juga menceritakan hasil pertemuan beberapa waktu lalu dengan dua kepala dinas tersebut. Baik Yayak Wahyudi maupun Syaiful Bahri, sama-sama mengarahkan agar PKL dibawah naungan Paguyuban Taman Adipura mengikuti keinginan mereka supaya ratusan pedagang berjualan didalam lapangan, pada saat pameran pembangunan digelar.

“Pak Syaiful bilang kalau didalam lapangan pasti ramai. Tapi saya bilang kalau ramai itu ada dua macam. Ramai oleh orang-orang yang hanya iseng atau bisa jadi ramai pembeli. Kami sangat psimes, kalau didalam pembelinya pasti sepi. Kami sudah sangat paham urusan lapangan,” pungkasnya.

Sementara itu, baik Yayak Wahyudi Kepala Diskominfo maupun Syaiful Bahri Kepala Disperindag Sumenep, berkali-kali dikonfirmasi selalu memilih bungkam alias tidak merespon. [Skw/Fer]