Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

SUMENEP, (MADURA EXPOSE) – Proyek pembangunan saluran dranaise/gorong-gorong di kawasan perkotaan jalan Kartini menuju kali patrian kecanatan kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih dipersoalkan. Pasalnya sampai saat ini proyek dengan anggaran Rp3,8 Miliar tahun 2018 itu, masih menyisakan persoalan.

Ketua DPC LIPK (Lembaga Independen Pengawas Keuangan) Sumenep, Saifudin, mengatakan bahwa, Mega proyek dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tersebut, melalui Dinas PUPRKP dan Cipta Karya) Sumenep, belum tuntas. Bahkan beberapa kali jalan itu sudah diperbaiki namun tetap saja masih rusak.

Padahal, anggaran yang dikeluarkan untuk perbaikan jalan tersebut sudah begitu besar. Yang semestinya dalam proses perbaikan mendapatkan hasil maksimal.

“Perbaikan jalan itu hanya dilakukan bagian atas saja. Padahal seharusnya yang utama memaksimalkan lapisan dasar terlebih dahulu,” katanya, sabtu, (18/5/2019)

Kendati demikian, kata Saifudin, bahwa LIPK sudah mengirim surat klarifikasi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Sumenep, tertanggal 11/5/2019 terkait proyek tersebut, namun sampai saat ini belum ada balasan

“Kami minta terhadap Kepala PUPRKP dan Cipta Karya untuk membalas surat klarifikasi tentang proyek yang diduga gagal perencanaan,” ungkapnya.

Bahkan, pihaknya mengancam permasalahan tersebut akan dibawa kerana hukum apabila mengabaikan surat klarifikasi tersebut. ” Kami menduga pekerjaan itu, tidak sesuai dengan spesifikasi dan RKS yang ada,” tegasnya.

Sebelumnya, pekerjaan proyek pembangunan Drainase dengan anggaan 3,8 miliar tahun 2018 dijalan kartini menuju kali patrian diduga pekerjaan asal-asalan tidak sesuai spesifikasi.

Buktinya, pekerjaan pembangunan dengan anggaran Rp3,8 Miliar yang baru selesai sudah rusak alias ambles pada waktu itu.

Pekerjaan proyek tersebut, dinilai kurangnya telitinya dalam pengawasan dinas terkait (PUPRKP dan Cipta Karya), terutama pekerjaan timbunan yang kurang padat, sehingga mengakibatkan tanah ambles. Bahkan, sampai mengakibatkan pagar rumah warga roboh.

(dri/Red)