Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM- Usai mengunjungi lokasi tanah longsor yang di berada di wilayah Kecamatan Rubaru, Dandim 0827 Sumenep Letkol. Inf. Budi Santosa S, Sos., bersama rombongan menuju Lokasi bencana jembatan putus (roboh) yang berada di wilayah Koramil 0827/08 Ganding, Kecamatan Ganding. Kamis, (21/12/2017).

Kronologi kejadian putus dan ambruknya jembatan yang menghubungkan tiga Desa yairu Desa Rombiya Timur, Desa Talaga menuju Desa Ganding tersebut berawal pada hari Rabu (20/12) sekitar pukul 13.00 wib, yang mana diilayah Kecamatan Ganding diguyur hujan deras yang disertai angin kencang sehingga menyebabkan banjir.

Dengan derasnya arus air yang cukup tinggi sehingga air meluap melampaui jembatan, karena tidak kuat menahan derasnya terjangan air bercampur dengan batu dan batang pohon itu, Jembatan yang dengan panjang 12 meter dengan lebar 3 meter ambruk (roboh).

Komandan Kodim 0827 Letkol Inf. Budi Santosa S, Sos., pada saat mengunjungi lokasi menyampikan kepada Koramil untuk segera mengambil langkah dengan koordinasi dengan instansi terkait supaya jembantan tersebut segera tindaklanjut tahap pembangunannya karena jembat ini akses penghubung laju perekonomian di Desa Ganding.

Dengan semua cobaan yang saya berharap masyarakat Kecamatan Ganding harus bersabar karena cobaan bencana alam ini datang adalah atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu marilah kita sama-sama berjabat tangan dan saling bahu-membahu dalam menghadapi semua ujian ini. “Kata Dandim Sumenep”.

Salah seorang warga mengungkapkan, dirinya bersama masyarakat dengan ambruknya jembatan itu, aktivitas masyarakat yang ada di tiga desa menjadi terganggu merasa kerepotan bahkan kewalahan dalam menjalankan aktivitas. Pasalnya, jembatan yang ambruk itu merupakan akses jalan utama yang memiliki makna dan manfaat besar bagi masyarakat di tiga Desa yakni Desa Rombiya Timur, Desa Talaga menuju Desa Ganding.

Sebelum Jembatan ini Ambruk, hanya membutuhkan waktu 10 hingga 15 menit menuju ketiga Desa tersebut, tetapi setelah Jembatan ini ambruk, warga harus rela mencari jalan pintas atau jalan alternative terdekat untuk bisa mencapai wilayah Desa tetangga. “terang salah satu warga”.

Ditempat yang sama, dilokasi Jembantan yang Ambruk tersebut, Dandim 0827 Letkol. Inf. Budi Santosa S, Sos., tidak bisa memberikan komentar dan tanggapan terkait ambruknya jembatan tersebut yang disampaikan kepada dirinya tersebut. ”Ya nanti coba kita pikirkan solusinya dengan Aparat Desa begitu juga Instansi Kecamatan Ganding. Yang jelas kapapun diminta bantuan kami siap membantu terutama dari sisi tenaga nanti saya perintahkan anggota saya tetapi kalau berkaitan masalah dana, TNI tidak memiliki dana untuk itu,” Ungkap Dandim 0827.

Hadir dalam peninjauan dilokasi bencana jembatan ambruk di Kecamatan Ganding antarlain Dandim 0827 Sumenep Letkol. Inf. Budi Santosa S, Sos., bersama ibu Ketua Persit (KCK)., Forpimka Ganding besrta anggotanya., Relawan dan BPBD Kecamatan Ganding., Aparatur Desa Ganding., Tokoh masyarakat setempat.

(sur/fer)