PPP Mereda, Giliran Demokrat Ikut Gaduh

0
137

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM– Baru-baru ini kegaduhan muncul diinternal petinggi PAN, Hanura dan PPP Sumenep terkait rekom DPP masing-masing yang tidak mengakomodir usulan calon dari pengurus daerah. Bahkan PKB sebagai satu-satunya partai politik yang memenuhi syarat mengusung calon bupatinya sendiri berdasarkan perolehan kursi DPRD di pileg 2019, yakni sebanyak 10 kursi, justru tidak merekom calon bupati dari partainya sendiri semisal KH.Unais Ali Hisyam. Aksi salim klaimpun sempat terjadi dan terus mengemuka hingga saat ini.

Begitu juga dengan PAN, salah satu Kader terbaiknya, yakni Hairul Anwar yang juga menjabat sebagai Barisan Muda –BM PAN Sumenep tak jadi direkom partainya sebagai bakal calon Wakil Bupati. Buntutnya, bos dari PT. Madura Energy itu lebih memilih menjadi Relawan Fattah Jasin yang berpasangan dengan Ali Fikri. Sedangkan PAN sendiri malah mendukung paslon Achmad Fauzi – Dewi Khalifah.

Kegaduhan juga sempat menyita perhatian publik kepada partai Hanura. Pasalnya, di media sosial,partai politik besutan Wiranto itu tak merekom Dewi Khalifah di Pilkada Sumenep. Padahal istri dari Ketua MUI Sumenep itu masih syah sebagai Ketua DPC Hanura Sumenep.
Berikutnya parpol yang juga mengalami kegaduhan politik adal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga tidak merekom KH Muhammad Shalahuddin Warist (Ra Mamak) meski yang bersangkutan merupakan Ketua DPC PPP Sumenep.

Terbaru, kegaduhan politik juga menerpa Partai Demokrat Sumenep. Gegaranya ada sejumlah kader yang merasa kecewa dengan pimpinan parpolnya hingga pengajuan surat pengunduran diri Winanto dari jabatannya di Demokrat Sumenep pada Jum’at 24 Juli 2020.
Surat pengunduran diri Winanto diantarkan langsung ke Kantor DPC Demokrat di Jl. Trunojoyo Sumenep.

Hasil penjelasan Winanto kepada awak media, terungkap jika alasan mundur itu lebih ke persoalan aspirasi yang diduga sering tidak diakomodir oleh pihak parpol maupun Ketua DPC Demokrat.
“Ketua (Demokrat Sumenep,Red) kurang mengakomodir apa yang menjadi keinginan dan kemauan Muda Mudi Demokrat,” demikian Winanto dalam keterangan persnya kemarin.
Sementara Sutomo, kepada sejumlah awak media di Kantor DPC Demokrat Sumenep membeberkan jika Winanto merupakan Ketua Muda Mudi Demokrat Sumenep.

Menurutnya, pada saat Musyawarah Anak Cabang (Musancab), Winanto terpilih sebagai Ketua PAC Demokrat Kecamatan Kota. Sedang aturannya di parpol berlambang ka’bah itu tidak membolehkan rangkap jabatan.

“Di Demokrat itu ada aturannya sendiri. Salah satunya tidak boleh double job. Tidak boleh menjabat sebagai Ketua Muda Mudi dan ketua PAC sekaligus”, tutup Sutomo.
ri 25 Juli 2020.

Editor: Ferry Arbania[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]