Ahmad Jalaluddin Faisol, wartawan memoonline.co.id pamekasan yang menjadi korban kekerasan ketua pokmas
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Madura Expose. Dalam waktu dekat, Tim hukum Redaksi memoonline.co.id mengaku akan konsultasi dengan Dewan Pers, terkait kasus penganiayaan wartawannya, oleh salah satu ketua pokmas di Pamekasan.

Langkah tersebut akan dilakukan Tim hukum redaksi memoonline, sebagai bentuk keseriusan melakukan pengawalan kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawannya.

“Dalam waktu dekat ini kita akan berkonsultasi dengan Dewan Pers, khususnya bidang Advokasi,” kata Rausi Samorano, tim kuasa hukum redaksi memooonline.co.id.

Sebab menurutnya, bila dilihat dari duduk perkaranya, tindakan yang dilakukan oleh oknum Ketua Pokmas dianggap telah menyalahi Undang-undang.

“Kami minta secepatnya penyidik untuk segera meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan. Karena sudah jelas lokus deliktienya, temposnya dan pelaku utamanya,” ujar mantan Aktivis Malang itu.

Dikatakan beberapa waktu lalu tim kuasa hukum Memo Online telah melakukan kajian terkait persoalan tersebut. “Bukti bukti juga sudah cukup berupa rekaman dan keterangan serta laporan polisi. Kami akan kawal terus kasus ini hingga ada putusan yang jelas dari Peradilan,” tegasnya.

Untuk diketahui, peristiwa kekerasan itu terjadi di Balai Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan Senin, 7 Januari 2019 sekitar pukul 10.30 WIB, saat Ahmad Jalaluddin Faisol (22) melakukan peliputan kegiatan pekerjaan proyek rekonstruksi penahan tebing dan pokmas di Desa Plakpak.

Saat itu Faisol sapaan akrabnya mengaku kekerasan dengan cara dicekik lehernya oleh oknum ketua Pokmas. Aksi tersebut sempat direkam oleh Faisol. Akibat aksi tersebut Faisol mengalami luka gores pada leher bagian kiri dan langsung melaporkan ke Polres Pamekasan dengan surat bukti lapor LP/10/1/2019/Jatim/Res Pmk tanggal 07 januari 2019. Hingga saat ini belum diketahui penyebab aksi kekerasan tersebut. (Red)

HotNews:  Sumenep Baru: Hairul Anwar Ajak Millennial Belajar Investasi