Petunjuk Langit, nomor urut 2 Berpotensi Jadi Bupati Sumenep

0
848
Zainal Abidin-Dewi Khalifah di Kantor KPU Sumenep sebelum pengundian nomor urut paslon [Foto:Ferry Arbania/Maduraexpose.com]

Sumenep, Maduraexpose.com- Banyak kalangan meyakini nomor urut dua merupakan petunjuk langit yang akan memenangkan pertarungan Pilkada Sumenep pada 9 Desember 2015.

Sebagai gambaran, pada pilkada Sumenep 2010 silam pasangan Busyro Karim-Soengkono Sidik ada di nomor urut 2, menang. Pilpres 2014 lalu, Jokowi di nomor urut 2 juga menang dan dilantik jadi presiden.

Berikut hasil terawang Semar Bodronoyo yang di publis di Kompasiana.com:

Dalam Pilpres kali ini memang hanya ada dua pasang. Undian nomor urutnya pun ya terpaksa hanya 2 yaitu nomor urut 1 dan nomor urut 2. Sekilas tiadalah artinya nomor urut tersebut dalam pilpres. Namun sejatinya nomor nomor itu memiliki arti yang penting. Jika tidak maka tak perlu ada agenda khusus untuk pengundian dengan bergai acara seremonial yang resmi. Jika tidak ada maknanya, tentunya tidak perlu diberikan nomor urut karena toh hanya dua pasang saja. Jika tidak ada maknanya, tentu kedua calon tidak tampak tegang ketika mengambil undian. Ada harapan untuk mendapatkan nomor urut tertentu, walaupun secara lahiriah mereka menganggap sama saja. Bahkan, pihak Jokowi teleh mempersiapkan pidato untuk memaknai nomor urut yang bakal diterima. Jokowi kemungkinan telah mepersiapkan dua teks, teks pertama digunakan untuk menyambut angka 1 ( mungkin disimpan di kantong sebelah kanan) sedangakan teks kedua untuk menyambut angka 2 (mungkin disimpan di kantong sebelah kiri). Menyimak record Jokowi yang sangat terbatas kemampuannya membuat kalimat maka hampir dapat dipastikan rangkaian kata kata yang terdengar seperti pantun itu jelas telah dipersiapkan secara matang oleh timnya.

Begitu berharganya nomor urut tersebut maka bisa dimaknai bahwa setiap nomor urut seperti hidup, seperti memilik ruh, seperti memiliki isyarat yang Maha Kuasa untuk masa depan kita semua.

Saya coba untuk menyingkap tabir yang menyelimuti makna kedua nomor urut tersebut.

Prabowo Hatta mendapat nomor urut 1.

1 melambangkan telunjuk, dan digunakan saat sholat ketika membaca syahadat diantara doa tahiyat. Begitu sampai pada bacaan AshaduAllaIllaha…. tentu menegakkan jari telunjuk ke arah kiblat. InsyaAlloh ini sebagai isyarat Ridhlo Alloh bagi semua partai islam yang bergabung ke kubu Prabowo.

Prabowo dan Hatta memiliki unsur 1. Prabowo itu merumakan hasil asimilasi bunyi dari bunyi prabu dan o. prabuo atau prabuwo. artinya ada isyarat agar yang bersangkutan menjadi seroang Prabu, atau seroang raja, atau seorang pemimpin. Dalam nama Hatta Rajasa, ada unsur Raja. Prabu dan Raja adalah pemimpin pemerintahan masa lalu yang bertransformasi kedalam bentuk Puncak kepemimpinan dalama sebuah negara modern.

1 adalah tanggal penting dalam sejarah indonesia bangsa indonesia.

Pra kemerdekaan bangsa indonesia dalam keadaan berberai. Ada kesadaran bila keadaan ini tidak diSATUkan, maka tidak akan menjadi modal kekuatan untuk sebuah negara merdeka. Maka ada keinginan untuk menjadikan hal yang terpisah pisah pisah itu menjadi SATU. Oleh karena itu pada konggres kedua dilahirkanlah Soempah Pemuda, dimana ada tiga sumpah yang kesemua mengandung makna SATU. SATU adalah simbol kekuatan. 1 juga menjadi tonggak hari lahirnya Pancasila, yait 1 Juni. selainkan itu 1 juga menjadi tonggak ke saktian Pancsila. yaitu 1 Oktober.

1 juga bermakna sesuatu yang baru dan harapan baru.

Dalam kalender Islam, bulan pertama disebut Muharram, termasuk salah satu bulan suci dalam islam. dalam kalender Masehi, bulan pertama adalah Januari. Januari diambil dari nama dewa Romawi, yaitu Janus, yang wajahnya digambar menghadap ke belakang dan ke depan, sebagai simbolisasi untuk mawas diri sebagai bahan menatap masa depan. Mawas diri untuk melihat kelemahan dan kelebihan masa lalu. Ini juga menunjukkan adanya kontinuitas, keberlanjutan.

1 adalah salah satu dari bilangan binner. 1 dan o adalah bilangan yang digunakan dalam mesin komputer. Komputer hanya mengenal angka atau bilangan 0 dan 1. jika tidak ada salah satunya maka program komputer akan hancur, maka keduanya harus ada. Jika disederhanakan 0 bertai No alias tidak, 1 berarti Yes, alias Ya. jika dikombinasikan akan menjadi seperti ini : jika tidak 1 maka hancur, jika 1 tidak maka juga hancur. Oleh karena itu 1 adalah pencegah kehancuran.

untuk menunjuk jumlah 1 biasanya memang memakai jari telunjuk atau ibu jari. Dalam kultur indonesia, telunjuk menggambarkan ketegasan, semangat motivasi untuk mencapai sesuatu, dan juga berarti memerintah sedangkan ibu jari artinya kesopanan. jika dikombinasikan maka menjadi tegas namun sopan, atau mererintah dengan kesopanan, bersemangat menggapai cita cita dengan cara yang sopan.

angka 1 juga menunjukkan suatu kualitas. di dalam pergaulan masyarakat, orang akan memilih yang berkualitas. ada istlah KW-1 untuk barang yang berkualitas. Sedangakan 2 disandingkan dengan kualitas maka terbentuk entitias KW-2 untuk yang memiliki properti kualitas lebih rendah . dalam praktek pembuatan rumah tinggal, tukang bangunan lebih senang jika pemilik rumahnya menyedikan barang yang KW-1. Selain kuat, juga memiliki presisi yang sangat tinggi, sehingga memudahkan tukang melakukan pembangunan dengan hasil yang sangat memuasakan. Misal, lantai keramik. Jika disedikan KW-1 si tukang akan semangat, karena ukurannya sudah jelas dan tepat, sehingga memudahkan si tukang untuk melakukan kalkulasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pekerjaannya. Sangat beda jika diberi KW-2. si tukang bekerja keras untuk menyesuaikan dengan kemauan si keramik, karena gak jelas ukurannya.

ada banyak lagi makna posotif dari angka 1.

bagaimana dengan angka 2 yang melekat pada pasangan Jokowi dan JK

dalam kalender masehi, bulan ke 2 adalah februari. Ferbruari kemungkinan diambil dari nama dewa Februs. Dewa Februs ini penguasa dunia bawah. Dalam mitologi Yunani yang sangat kuno, dunia bawah adalah tempat tinggal roh orang mati yang suram dan berkabut. Jadi Februs tidak menangani kehidupan. Dalam mitologi Romawi Februs kemudian diserap sebagai nama dewi Febris, yaitu dewi demam, malaria. Dalam dunia kesehatan febris berkait dengan keadaan tidak sehata, keadaan sakit yang ditandai dengan gejala Demam, Suhu meningkat > 380 C. Menggigil. Lesu, gelisah dan rewel serta sulit tidur. Berkeringat, wajah merah dan mata berair. Selera makan turun. Ferbris berkait dengan kesakitan, atau tanda tanda kesakatian.

2 jika digabung dengan singkatan nama yang selama ini beredar adalah JKW-JK maka akan bisa seperti ini susunannya : JJK-KW2 ini singkatan dari Jokowi Jusuf Kala KW-2 artinya kualtas nomor 2. Pasangan ini menggendong nama Kala. Kala dalam cerita kuno adalah raksasa yang terlahir dari sebuah persenggamaan yang tidak dikehendaki. Ia oleh Dewa Shiwa diberi hak untuk makan manusia termasuk saudaranya sendiri. Jadi si Kala ini suka makan manusia tidak peduli manusia itu adalah saudaranya sendiri. Dalam cerita wayang jawa, Kala adalah putra dari Bathara Guru dengan dewi Uma yang kemudina menjadi Bathari Durga. Durga adalah Rasaksa wanita, dan Kala anaknya adalah raksasa Laki laki. Pada perkembangannya Kala si anak ini kemudian mengawini ibunya sendiri yaitu Bathari Durga, karena di dalam masyarakat raksasa (buto) tidak kenal aturan atau tatakrama. Kerjaan Batara Kala adalah membuat onar dunia. Untuk menenangkannya, maka Batara Guru memberikan hak kepadanya untuk makan manusia yang memiliki cari ciri tertentu, yaitu ontang anting, kedono kedini, dan pandawa. dalam tradisi jawa, agar dunia ini tidak diganggu oleh polah tingkahnya si Kala maka manusia yang berciri ini terhindar maka manusia manusia tersebut harus menyuap si Kala dengan sesajen sesajen tertentu, tak peduli miskin atau kaya harus memberi sesajen.

2 oleh jokowi melambangkan keharmonisan. Sekilas tampak benar, namun sejatinya itu bukanlah keharmonisan, bukan keseimbangan. Melainkan sebagai simbol DEPENDENSI atau ketergantungan. Telinga kiri tidak berarti apa apa, tidak menjadi indah jika tidak ada telinga kanan dan sebaliknya, demikian dengan mata. Kehadiran yang kiri itu tergantung dari yang kanan agar berfungsi secara optimal.

Mungkin ini juga sasmito atau isyarat pembenar atas pernyataan Bu Mega waktu kampanye PDIP, yang kalau diparafrasekan seperti ini ” Dik Jokowi sampean itu saya perintahkan untuk menjadi Presiden” Makna konotatifnya, jokowi, kamu itu gak jadi presiden jika bukan karena saya, kepresidenanmu itu tergantung pada saya. pernyataan sejenis diulang lagi saat deklarasi pencapresan Jokowi. Mungkin ini juga sasmito atau isyarat bahwa Jokowi bukanlah sosok yang independent, bukan sosok yang mandiri. Maka segala keputusannya akan tergantung pada pihak kedua. Nah… pihak keduanya itu siapa ? mungkin si Kala, seperti cerita di atas. atai , mungkin sekelompok orang yang saat ini berada di sekeliling jokowi, seperti yang tersirat di bawah ini.

2 bisa direprestasikan dengan dua jari telunjuk dan tengah, yang membentuk formasi huruf V. Tanda V ini sering kita jumpai untuk melambangkan PEACE atau damai, namun makna ini lekat dengan budaya barat, bukan budaya indonesia. Ternyata V sangat berkaitan erat dengan YAHUDI. Adam Weishaupt menggunakan simbol ini dalam gerakan rahsianya iaitu Illuminati, sebuah gerakan rahasia kaum Yahudi.

Di dalam tulisan Yahudi, huruf V (Van) berarti ‘Nail’ (Kuku). The Nail atau Kuku dipakai sebagai salah satu tanda rahsia setan atau syaitan atau syaiton yang digunakan dalam upacara penyembahan berhala di dalam kelompok pengikut persaudaraan Syaitan (Botherhood of Satanism).

secara singkat , jumlah 2 yang diwakili dengan dua jari dengan formasi V itu sangat erat hubungannya dengan gerakan kaum Yahudi.

Mungkin ini adalah isyarat Tuhan yang diberikan kepada kita kalau di kubu Jokowi banyak tokoh yang terkait atau terikat dengan gerakan gerakan rahasia kaum Yahudi. Oleh karena itu rakyat perlu ngecek, benarkah demikian.

angka 2 tidak dikehendaki dalam bahasa mesin komputer. kehadirannya jelas akan dibuang, karena justru menghancurkan, justru merusak, mengacaukan dan jelas membuat gagalnya sebuah program. Mungkin ini juga sasmito atau isyarat pembenar terhadap pernyataan Pak Kala yang mengatakan bahwa Indonesia ini akan hancur jika dipimpin Jokowi.

Budaya Indonesia tidak mengenal tanda V. Dalam cerita sejarah nusantara, bila melihat V maka itu berkait dengan Bhrawijaya V. Raja terakhir dari kerajaan Majapahit yang sudah mulai pudar kejayaanya. Runtuhnya Majapahit kemudian disusul berdirinya kerajaan Islam Demak.

Mungkin dan sekali ini juga mungkin bahwa 2 yang ditunjukan dengan jari berformasi V yang menandakan V dalam seting nusantara menandakan bergantiannya pemerintahan lama dan munculnya Islam sebagai penguasa negeri ini. dan kubu Prabowo-Hatta bisa dikonotasikan sebagai kekuatan islam, karena di sana banyak tokoh islam dan partai berbasis masa islam berkumpul.

Siapa tahu ini memang isyarat yang dikirim oleh Alloh kepada kita rakyat indonesia yang sedang dalam proses memilih pemimpin melalui adanya urutan nomor 1 untuk Prabowo-Hatta dan nomor 2 untuk Jokowi-JK.

Bukankah jauh hari tersiar kabar gencaranya muncul poros ketiga. Namun Alloh menghendaki hanya ada 2 poros atau dua kubu untuk memembungkus isyarat isyarat seperti yang telah saya uraikan di atas.

Boleh juga dikatakan, apa yang ki Semar lakukan ini adalah dalam rangka upaya untuk membaca ayat-ayat kauniyah yang terhampar di sekitar kita.

wassalam.