Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

#Perpustakaan SDN Kebunan I Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur [Foto:Ferry Arbania/Maduraexpose.com]
[Anehnya lagi, Hj Rustantina Kepala Sekolah SDN Kebunan I itu memilih kabur dan ‘Ngumpet’ saat didatangi sejumlah wartawan yang hendak konfirmasi]

SUMENEP (MADURA EXPOSE) — Kisruh mengenai dugaan penyelewengan dana pengembangan perpustakaan dan kegiatan pembelajaran dan esktra kurikuler di SDN Kebunan I, Kecamatan Kota Sumenep terus berbuntut panjang karena belum penjelasan kongkrit dari semua pihak terkait.

Terutama dari pihak Kepala SDN Kebunan I sendiri yang sulit dilakukan konfirmasi. Bahkan sejumlah awak media yang mendatangi sekolah tersebut pada Rabu (6/1) gagal melakukan konfirmasi terkait dugaan penyimpangan sejumlah dana bos, karena Kasek Hj Rustantina ditengari sengaja menghindar dari kejaran para kuli tinta.

“Ya Mas, Ibu Kepala Sekolah ada kok”, ujar dua orang guru di SDN Kebunan I yang kebetulan kenal dengan salah satu tim investigasi MaduraExpose.com sembari meminta identitasnya tak di expose.

Sebelumnya beredar informasi dari kalangan guru yang menyebar ke wali murid, jika dana BOS yang dialokasikan untuk perawatan perpustakaan dan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah tersebut diduga tidak direalisasikan sesuai rincian keuangan yang telah dibelanjakan.

“Harusnya Ibu Kepala Sekolah tidak usah menghindar begitu. Kalau memang tidak salah, kenapa tidak dijelaskan saja ke wartawan, apa sebenarnya yang terjadi dengan anggaran sekolah tersebut. Kenapa harus menghindar, kenapa harus ngumpat”, terang Asmuni, Ketua BaraJP DPC Sumenep, Madura, Jawa Timur kepada Maduraexpose.com.

Anehnya lagi, sebelumnya kepala SDN Kebunan I oleh beberapa guru yang mengajar sedang ada dikantor. Namun begitu melihat dua orang jurnalis, tiba-tiba seorang guru laki-laki menghampiri awak media dan tiba-tiba mengatakan jika Hajah Rustantina sedang keluar sedang ada acara di Kantor Disdik.

Tiba-tiba segerombolan murid sekolah itu mendekati pihak Madura Expose dan mengatakan jika Ibu Kepala Sekolah mereka sedang sembunyi dibelakang sekolah.
“Ayo saya antarkan Om”, demikian tawarnya dengan polos.

Bahkan murid-murid ini juga yang mengantarkan tim liputan melihat langsung keberadaan perpustakaan sekolah yang didalamnya, justru hanya penuh dengan rongsokan bangku, meja dan terlihat sangat kumuh menjijikkan.

“Sepertinya memang tidak ada iktikada baik dari pihak kepala sekolah. Kami akan laporkan temuan ini ke Komisi VI DPRD dan penegak hukum. Biar semuanya jelas dan wali murid beserta dewan guru yang lain tidak resah”, timpal Asmuni.

Sementara Ahmad Sadik, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, berkali-kali di konfirmasi melalui telpon selulernya tidak menjawab meski terdengar nada sambung.

[png/Fer]