Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM–Konsultan bisnis global Wood Mackenzie memprediksi tahun 2017 sebagai tahun kebangkitan industri minyak dan gas (Migas), sejak komoditas itu dihantam krisis beberapa tahun terakhir.

Komitmen negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC, untuk memangkas produksi, diyakini bisa mendongkrak harga di kisaran 55 dolar AS per barel.

Senior Vice President Wood Mackenzie, Tom Ellacott mengatakan, sebagian besar perusahaan minyak akan mulai memiliki fundamen finansial yang kuat. “Tanda-tanda pemulihan itu muncul dengan mulai adanya investasi,” kata dia seperti dikutip dari keterangan pers yang dirilis di Singapura.

Dari survei Mackenzie terhadap 60 perusahaan Migas di dunia, rencana investasi mereka tumbuh sekitar 2 persen. Angka ini menunjukkan pertumbuhan pesat, mengingat belanja perusahaan Migas dalam tiga tahun terakhir (2014-2016) dipangkas hingga 40 persen.

Sejumlah petugas berada di tempat pengerjaan instalasi anjungan lepas pantai Pertamina Hulu Energi (PHE) 24 di Lepas Pantai Perairan Madura, Jawa Timur, Rabu (12/10). Pembangunan anjungan tersebut merupakan bagian dari usaha Pertamina untuk meningkatkan kontribusi hingga 40 persen produksi minyak nasional pada 2019. (Foto: Antara/Zabur Karuru)

Menurutnya, tahun 2016 yang baru lewat merupakan masa ketika realisasi investasi Migas berada di titik terendah. Dengan pengalaman menjalani krisis, perusahan-perusahaan Migas akan lebih disiplin dengan rencana keuangan mereka. “Prioritas utamanya tentu memperbaiki neraca keuangan.”

[arah]