Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE, JATIM–Beberapa pekan tetakhir ini, masyarakat Sumenep diresahkan dengan banyaknya peneangan pohon asam dipinggir jalan raya Desa Jaba’an, Kecamatan Manding.

Tak tanggung-tangung, jumlah pohon asam yang sudah berumur puluhan tahun tersebut ditebang dalam jumla besar dan dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan.

Penebangan pohon yang diduga menyalai prosedural ini,disiyalir kuat melibatkan oknum LSM Sumenep. Banyak kalangan lantas mengecam dan meminta pihak berwenang tidak tinggal diam.

“Pelaku penebangan liar pohon asam jangan dibiarkan. Ini merupakan kejahatan yang wajib ditangkap oleh penegak hukum. Mstahil kalau aparat tidak tau pelakunya,”terang Subiakto, mantan Pejabat Dinas Perhubungan Sumenep kepada Policeline.co.

Sementara oknum LSM yang diduga terlibat dalam penebangan pohon asam di wilayah Kecamatan Manding Sumenep itu beralibi tidak terlibat dan mengaku hanya menjadi pekerja biasa dengan bayaran Rp 100 ribu perhari.

Bahkan, hasil konfirmasi by phone melalui kontributir Lukman, oknum LSM berinisial A itu menantang awak media agar kasus tersebut di expose sebesar-besarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego S. Marwoto, SH merespon adanya pengaduan tersebut untuk dilakukan penyelidikan terkait informasi penebangan pohon asam yang mengancam kelestarian lingkungan.

Ditempat terpisah, Sekjen GPMD Jatim, Safraji Budiman meminta pihak aparat segera memeriksa oknum LSM berinisial A tersebut dan semua pihak terkait dilingkungan Pemkab Sumenep.

“Semua pihak harus diperiksa, karena penebangan pohon asam dipinggir jalan itu tidak bisa ditebang sembarangan, harus mendapatkan izin dari Pemprov Jatim sebagai pihak yang menyetujui Analisi Dampak Lingkungan,” ungkap Safraji Budiman, Sekjen GPMD jatim, Selasa 28 Agustus 2018.

Pihaknya juga akan melaporkan secara resmi kasus tersebut kepihak berwajib. Namun, terlebih dahulu akan menyampaikan permintaan hearing melalui Komisi Hukum DPRD Sumenep untuk memanggil semua OPD yang memiliki tanggung jawab langsung maupun tidak langsung seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bappeda, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Satpol PP.

“Kalau perlu dari Dinas PU Bina Marga, karena kami dapat bocoran, pelaku penebangan pohon berdalih pelebaran jalan, ” (z@m/fer)