Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE. COM–Salah satu pendamping dana desa yang juga orang dekat camat Ganding membuka “borok” diabalik kisruh prasasti 2016, di Dusun Polay, Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura.

Orang dekat Camat Ganding yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menjelaskan, bahwa penhaspalan yang baru diselesaikan pada bulan September 2017 kemarin tersebut merupakan pengaspalan yang bersumber dari Pokmas salah satu anggota DPRD sumenep.

“Prasasti 2016 itu merupakan hasil dari Pekerjaan jalan telford tahun lalu. Kalau Pengaspalan yang baru itu merupakan Pokmas dewan, ” ungkap salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sangat dekat dengan camat Ganding tersebut melalui telpon genggamnya.

Dibeberkan sebelumnya oleh Ketua LAPDAP, bahwa proyek jalan yang dibiayai melalui dana desa (DD) sebesar 107 juta 243 ribu 800 ratus rupiah itu sarat kejanggalan.

Dikonfirmasi ulang, Ketua Lapdap Sumenep, Mustafid mengaku heran kenapa pokmas dipasang diatas jalan telford yang telah menguras DD.

“Ini malah terkesan tumpang tindih dan dikaburkan antara pengerjaan jalan yang bersumber dari DD dan Pokmas anggota dewan. Harusnya dipisahkan jangan disamar-samarkan, “tandasnya.

Pihaknya juga mempertanyakan realisasi dana desa yang sangat besar di Gadu Timur itu.

“Aneh bin ajaib, jika jalan telford ditumpangi pengaspalan dengan anggaran non DD,” pungkasnya.(j88/tim/fer

HotNews:  Jelang Pilkades, LSM Minta DPMD Sumenep Tidak Main Mata Soal SK