Lokasi Pembangunan Sekolah Lombok Learning Village dimana korban jatuh.
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

SENGGIGI (MaduraExpose.com)– Pembangunan Sekolah yang menyebutkan sekolah internasional yayasan Nusa Alam Di dusun Tanah Embet Barat Dusun Batulayar dibantah oleh ibu ida Nurjanah Selaku pemilik Sekolah tempat terjadinya peristiwa hukum yang dimana salah satu pekerja meninggal di areal lahan pembanguan Sekolah.

Peristiwa tersebut berawal Pada saat korban berinisiatif sendiri untuk naik ke pohon kelapa yang berada di dekat molen (pengaduk semen) dengan tinggi pohon kelapa tersebut kurang lebih 10 sepuluh meter. Menurut ida, dirinya sangat shok, atas kejadian yang menimpa salah satu pekerjanya.

“Saya sangat sedih dan berbela sungkawan. Saat mendengar kejadian tersebut, kami bergegas ke rumahnya sekaligus memberikan sejumlah Uang santunan kepada pihak keluarga korban,” kata ida Nurjanah selaku selaku pemilik sekolah Lombok Learning Village yang merupakan lokasi dimana korban bekerja.

Peristiwa meninggalnya Abdullah Alias Bedul salah seorang pekerja bangunan sekolah tersebut, ida menegaskan, sebelumnya Almarhum sempat dibawa untuk mendapatkan pertolongan di puskemas Batu layar meninting oleh sejumlah rekan-rekanya dengan menggunakan sepeda motor. Belum lama dirawat, Almarhum menghembuskan napas terakhirnya dirumah sakit puskemas meninting.

“Akibat jatuh memanjat kelapa, pada waktu jam kerja berlangsung, namun tidak dalam rangka kerja”kata Ida nurjannah.

Selain itu juga, idah menyayangkan adanya nama sekolah Nusa Alam yang menyebutkan tempat kejadian tersebut, sebenarnya bukan di sekolah Nusa Alam.

“Yang menyebutkan sekolah Nusa Alam, sebenarnya gak benar, Nama sekolah yang telah dibangun adalah Lombok Learning Village, jadi tidak ada kaitanya sama Sekolah Nusa Alam” kata Ida Nurjanah kemarin saat ditemui dikediamanya

Dari pihak keluarga korban sendiri sambung ida, sudah tidak ada keberatan, surat lampiran perdamaian pernyataan bersama, sudah ditanda tangani baik dari pihak pertama selaku istri korban dan san pihak kedua selaku pemilik proyek sekolah, saksi -saksi 1 dan 2, kepala dusun, kapala desa Batu layar.

HotNews:  Direktur Pendidikan Politik GPMD, Apresiasi Pencalonan HM Husni di Pilkada Sumenep

Selain itu juga, menyinggung soal izin Pembangunan, kata ida, terkait informasi adanya pembangunan sekolah Lombok Learning Village tidak memilki izin tidak dibenarkan, “Surat izin membangun sudah lengkap,”terang ida(Boim)