Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM–Terkait dengan sosialisi PAW dan penetapan Panitia pada tanggal 28/11 2017 yang di selenggaran di balai desa di permasalahkan oleh Komunitas Pemuda anti Korupsi (KOMPAK) Sumenep.

Hal ini di sampaikan oleh Imam Hanafi, pihaknya menilai bahwa cara penentuan Panitia PAW bukan system Demokrasi tapi Semi Demokrasi.

“kalo di baca seperti tadi pagi itu bukan dengan cara demokrasi, masalahnya langsung di tunjuk melalui catatan yang memang sebelumnya bukan atas usulan para tokoh yang hadir”, ucap Imam Hanafi, ketua KOMPAK pada kepada Redaksi, Rabu 29 Nopember 2017.

“Seharusnya kalo melibatkan tokoh dan kepala dusun, panitia yang atas unsur masyarakat itu yang memilih panitia-panitia tambahan selain panitia inti itu”. Imbuhnya.

Menurutnya Jika PAW ini akan lanjut, paling tidak yang jadi panitia harus orang-orang yang Aktif dan berpendidikan.

“paling tidak panitia harus di ambil dari aktifis-aktifis serta tokoh yang memang secara wawasan lebih mempuni dan paham Gio politik dan Paham Giografis Guluk-guluk”.

Pihaknya menduga ada beberapa panitia yang memiliki kedekatan khusus atau memiliki hubungan emosional hingga pada akhirnya di rekrut menjadi panitia.

Ketua Komunitas Pemuda Anti Korupsi (KOMPAK) Sumenep berharap agar pembentukan panitia PAW harus ada semacam Revisi. (fer/tim)