Edi Junaidi, Ketua LSM PPB dan Farah Maisaroh, Bidan PTT Sumenep
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Liputan Khusus
Ketua LSM Penegak Pilar Bangsa (PPB) Sumenep, Edi Junaidi menceritakan meninggalnya seorang warga Pulau Giliraja bernama Zaimatul Imamah pada awal bulan Mei 2016, sekitar pukul 09.00 -10.00 Wib lalu.

Keesokan harinya, pada tanggal 2 Mei 2016, sekira pukul 06.00 WIB, Ririn adik ipar Zaimatul Imamah memarani seorang Bidan PTT bernama Farah Maisaroh agar memberikan pertolongan kepada korban yang hendak melahirkan anak pertamanya.

“Jadi intinya, pihak keluarga korban tidak terima. Buktinya mereka melaporkan bidan itu ke Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan Sumenep,” ujar Edi Junaidi kepada Madura Expose baru-baru ini di Lesehan Kaukus Labang Mesem.

Diluar dugaan banyak orang, ternyata bidan PTT asal pulau Gili Raja itu menggunakan hak jawab di media dengan “menyerang” balik pernyataan Ketua LSM Penegak Pilar Bangsa (PPB), Edi Junaidi.

Dalam pengakuannya yang dilansir media online, Bidan Farah Maisaroh (30) mengaku gerah karena seolah-olah dituding penyebab kematian pasien bernama Zaimatul Imamah yang masih tetangganya.

Menurutnya, apa yang disampaikan Ketua LSM PPB di sejumlah media tersebut sangat menyakitkan hatinya dan mencoreng profesinya sebagai bidan. Pihaknya berdalih, tuduhan terhadapnya tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

“Saya bukannya tidak setuju dengan komentar LSM di media. Tapi tolong yang sesuai dengan fakta dan bukti dilapangan. Kalau cuma sekedar mau ngomong, semua orang bisa,” terang Farah Maisaroh, Bidan pegawai tidak tetap (PTT) yang menangani pasien meninggal Zaimatul Imamah, kepada wartawan, Selasa (14/6/2016).

Untuk diketahui, Zaimatul Imamah (27) meninggal dunia setelah melahirkan anak pertamanya. Korban tinggal di Desa Banmaleng, Pulau Giliraja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. [bersambung…]

HotNews:  Kisruh Lahan Proyek Berbuntut Panjang, Besok Perhutani Turun Gunung